KAPPI Perkuat Pembinaan Petani, Dorong Kopi Indonesia Tembus Pasar Global

0
15
Reporter: Wisnu Yusep

Daya saing kopi Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan keragaman cita rasa dan keunikan daerah asal. Konsistensi kualitas, keterampilan petani, serta akses ke pasar menjadi faktor penting untuk memperkuat posisi kopi Nusantara di tengah persaingan industri global.

Berangkat dari tantangan tersebut, Yayasan Pengembangan dan Edukasi Kopi (KAPPI) memperkuat pembinaan petani melalui edukasi, pendampingan dan pengembangan kapasitas di tingkat hulu.

Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas bagi kopi Indonesia.

KAPPI memberikan pendampingan terkait berbagai aspek budidaya, mulai dari pemupukan, pemangkasan tanaman, pengelolaan tanah, hingga teknik panen. Praktik ini menjadi fondasi penting untuk menghasilkan biji kopi berkualitas dengan standar yang lebih konsisten.

Tak hanya berfokus pada teknik budidaya, KAPPI juga mendorong penguatan komunitas petani, pemberdayaan perempuan, serta pengembangan riset dan inovasi. Upaya ini diharapkan mampu membangun ekosistem kopi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

Bagi KAPPI, peningkatan kualitas kopi harus dimulai sejak tanaman dirawat di kebun, bukan hanya ketika biji kopi memasuki tahap pengolahan atau pemasaran.

“Bagi KAPPI, kualitas biji kopi dimulai dari kebun dan dari pengetahuan petaninya. Itulah sebabnya kami menekankan edukasi dan pendampingan dalam hal pemupukan, pemangkasan, teknik panen, serta pengelolaan tanah,” ujar Roby Wibisono dari KAPPI dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).

Baca Juga :   Mau Hidup 1000 Tahun, Apa Strategi Kopi Kenangan?

Menurutnya, peningkatan kemampuan petani perlu berjalan beriringan dengan pemahaman terhadap standar mutu dan kebutuhan pasar. Dengan begitu, petani tidak hanya mampu menghasilkan kopi berkualitas, tetapi juga memahami faktor-faktor yang menentukan nilai jual produknya.

“Kami ingin petani semakin mampu menghasilkan kopi yang baik dan berkualitas secara konsisten, sementara kolaborasi dengan SKA membantu menghubungkan upaya di tingkat kebun dengan kebutuhan mutu dan peluang pasar,” katanya.

Untuk menjembatani pembinaan petani dengan kebutuhan industri, KAPPI berkolaborasi dengan PT Sumber Kurnia Alam (SKA). Kemitraan ini menghubungkan penguatan kapasitas petani di tingkat hulu dengan pengembangan mutu dan peluang pemasaran di tingkat hilir.

KAPPI, kata Roby, berfokus pada edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan petani. Sementara itu, SKA mendukung pengembangan kualitas kopi serta membuka peluang koneksi dengan pembeli.

Sinergi ini, kata Roby, diharapkan dapat memastikan upaya peningkatan kualitas di kebun berlanjut hingga tahap pemasaran. Dengan demikian, potensi kopi yang dihasilkan petani dapat lebih mudah diperkenalkan kepada pelaku industri dan calon pembeli.

Kolaborasi KAPPI dan SKA ini juga, kata Roby turut diperkenalkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) yang digelar pada Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Baca Juga :   Disparekraf DKI: Jakarta Barista League 2022, Cara Gerakkan Sektor Ekonomi Kreatif

Dalam ajang perdagangan internasional tersebut, lanjut Roby, keduanya menampilkan beragam kopi Indonesia, termasuk biji kopi hasil kurasi dari petani binaan Bank Indonesia.

Partisipasi ini, kata Roby, menjadi salah satu upaya mempertemukan potensi kopi Nusantara dengan pelaku bisnis dan pembeli dari berbagai negara. TEI sendiri merupakan pameran perdagangan yang diselenggarakan Kementerian Perdagangan untuk mendorong promosi dan ekspor produk Indonesia ke pasar internasional.

Sementara, Direktur Utama PT Sumber Kurnia Alam, Moelyono Soesilo, mengatakan partisipasi dalam TEI sejalan dengan upaya memperluas pengenalan kopi Indonesia kepada pasar global.

“Keterlibatan KAPPI dan SKA merupakan perwujudan misi kami untuk memperkenalkan kopi Indonesia kepada pembeli dari seluruh dunia, sekaligus mempromosikan potensi kopi Indonesia yang dikembangkan melalui program-program KAPPI,” ujar Moelyono.

Selain pembinaan di tingkat kebun dan pengembangan akses pasar, KAPPI juga memperluas pengenalan kopi Indonesia melalui diplomasi kopi. Sejak 2025, KAPPI terlibat dalam berbagai kegiatan diplomasi kopi di dalam maupun luar negeri.

Melalui kegiatan itu, kopi Indonesia diperkenalkan tidak hanya berdasarkan karakter rasa dan asal daerahnya, tetapi juga melalui cerita tentang petani, komunitas, serta pengetahuan lokal yang membentuk karakter setiap produk.

Baca Juga :   Produsen Susu Nabati, OATSIDE Luncurkan Produk Kopi Susu Terbaru

Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun jejaring dan membuka peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan ekosistem kopi nasional.

KAPPI memandang daya saing kopi Indonesia sebagai hasil dari keterhubungan berbagai aspek, mulai dari keterampilan petani, konsistensi mutu, inovasi, hingga kemampuan menjangkau pembeli.

Karena itu, pemberdayaan perempuan dan penguatan komunitas juga menjadi bagian penting dalam pembinaan. Pengembangan pengetahuan di lingkungan petani dan keluarganya diharapkan dapat memperluas manfaat program sekaligus menjaga keberlanjutan industri kopi.

Di sisi lain, pengujian mutu dan pengembangan jaringan pemasaran berperan penting untuk memastikan hasil panen petani dapat memenuhi kebutuhan industri. Kolaborasi antara KAPPI dan SKA menjadi salah satu pendekatan untuk mempertemukan kedua kebutuhan tersebut.

Melalui penguatan kapasitas petani, peningkatan mutu, dan perluasan akses pasar, KAPPI berharap kopi Indonesia semakin kompetitif di pasar global. Lebih dari sekadar meningkatkan nilai komoditas, upaya ini juga diarahkan untuk memperkuat peran petani dan komunitas sebagai fondasi utama industri kopi nasional.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics