Djarum Integrasikan Pabrik Kertas Rokok di Austria dengan PT Bukit Muria Jaya di Karawang

Manager Corporate Communications Djarum, Budi Darmawan, mengatakan aksi akuisisi pabrik kertas rokok di Austria tersebut sebagai langkah strategis jangka panjang.
0
11

PT Djarum memperkuat rantai pasok dan portofolio bisnis kertas rokoknya dengan mengintegrasikan pabrik hasil akuisisi di Austria ke dalam lini bisnis manufaktur kertas milik perusahaan di dalam negeri, yakni PT Bukit Muria Jaya (BMJ) yang beroperasi di Karawang, Jawa Barat.

BMJ sendiri didirikan pada tahun 1989 sebagai produsen kertas rokok. Seiring rekam jejak bisnisnya, perusahaan mengembangkan cakupan usaha pada tahun 1997 dengan membangun Divisi Packaging yang memproduksi kotak kemasan untuk produk rokok, makanan, hingga produk khusus seperti foil laminated paper dan tiket pesawat terbang.

Sementara, pabrik kertas rokok di Austria baru diakuisisi Djarum pada 2023-2024 lalu.

Manager Corporate Communications Djarum, Budi Darmawan, mengatakan aksi akuisisi pabrik kertas rokok di Austria tersebut sebagai langkah strategis jangka panjang. Kendati pemberitahuannya marak belakangan ini, ia menegaskan ekspansi tersebut telah berlangsung sejak dua tahun lalu.

“Investasi tersebut dilakukan pada tahun 2023 dan 2024 saat masa Presidennya Pak Joko Widodo,” ujar Budi saat dihubungi, Minggu (13/9).

Baca Juga :   Bobobox Hadirkan Bobocabin di Kintamani, Ekspansi Selanjutnya ke Jatim dan Jateng

Budi menjelaskan bahwa akuisisi dilakukan karena pemilik sebelumnya memutuskan untuk menjual aset tersebut. Mengingat industri hasil tembakau sangat memerlukan kertas pembungkus untuk tembakau dan filter, pengambilalihan aset ini dinilai sangat strategis untuk mengamankan pasar yang sudah terbentuk.

“Mereka jual. Pasarnya sudah ada. Untuk Djarum, strategis,” tuturnya.

Melalui akuisisi ini, operasional pabrik di Austria akan disinergikan langsung dengan fasilitas manufaktur kertas yang telah dikembangkan PT Bukit Muria Jaya di Karawang.

“Pabrik tersebut jadi terintegrasi dengan lini bisnis pabrik kertas yang sudah kami miliki, di Karawang,” jelas Budi.

Mengenai nilai akuisisi, Budi mengaku tidak mengetahui angka pastinya secara terperinci. Namun, ia tidak menampik estimasi angka US$1,4 miliar yang banyak diberitakan media massa. Ia menegaskan pendanaan untuk aksi korporasi tersebut seluruhnya berasal dari sumber eksternal.

“Pembiayaan semua dari pinjaman asing. Tidak dari kas internal,” tambahnya.

Pernyataan manajemen Djarum ini memberikan kejelasan di tengah isu pemindahan aset ke luar negeri oleh grup usaha terafiliasi keluarga Hartono. Menurut laporan Bloomberg (dikutip Sindonews), ekspansi global tersebut dilakukan melalui entitas Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd yang berbasis di Singapura.

Baca Juga :   Upaya Djarum Foundation Menjaga Kelestarian Mangrove di Indonesia

Lewat entitas tersebut, kelompok bisnis ini memborong bisnis produk kertas khusus di Amerika Serikat senilai US$669 juta.

Berdasarkan dokumen perusahaan dan informasi sumber terkait, setidaknya sembilan entitas di Singapura dan London yang terhubung dengan grup bisnis ini telah menginvestasikan sedikitnya US$1,4 miliar di luar negeri. Langkah ini dipahami sebagai strategi diversifikasi pendapatan ke mata uang asing untuk memitigasi risiko ketidakpastian ekonomi, sementara porsi terbesar aset perseroan tetap berada di Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics