Kemenpar Punya Strategi Komunikasi Bernama Sure Bro untuk Lindungi Reputasi Sektor Pariwisata

0
10
Reporter: Rommy Yudhistira

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerapkan strategi komunikasi untuk mencegah, atau mengurangi dampak negatif ketika terjadi krisis di suatu destinasi wisata. Apalagi sektor wisata adalah industri yang bergantung pada persepsi yang ditimbulkan dari pengalaman aktivitas wisata.

Plt. Kepala Biro Komunikasi Kemenpar Jemmy Alexander mengatakan, persepsi yang ditimbulkan dari aktivitas pelancong berkaitan erat dengan reputasi atau citra dari destinasi wisata. Untuk itu, dibutuhkan keahlian yang dapat meredam isu sensitif, salah satunya dengan komunikasi dan empati.

“Keandalan dalam mengelola krisis pariwisata merupakan salah satu kriteria utama dalam membangun pariwisata berkelanjutan, dan berdaya saing internasional,” kata Jemmy dalam acara The Iconomics 7th Indonesia Public Relations Summit 2026 di Jakarta, Kamis (6/8).

Selain itu, kata Jemmy, Kemenpar juga memiliki panduan manajemen krisis pariwisata yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 tahun 2019. Rangka kerja regulasi itu, terdiri dalam 4 fase yakni kesiapsiagaan dan mitigasi, tanggap darurat, pemulihan, dan normalisasi.

Pada fase tanggap darurat, kata Jemmy, pihaknya membentuk crisis center pariwisata yang bersifat sementara, serta tersedia untuk level nasional dan daerah. Lalu, Kemenpar pun memiliki sistem terpadu manajemen komunikasi krisis pariwisata di sektor pariwisata.

Baca Juga :   Sektor Ekonomi Kreatif Dinilai Jadi Salah Satu Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Dalam sistem itu, lanjut Jemmy, Kemenpar menerapkan beberapa strategi komunikasi atau lebih dikenal dengan “Sure Bro” (surveillance, response, dan broadcast). Sistem tersebut berfungsi untuk mempercepat deteksi, penanganan tanggap darurat, dan penyebaran informasi resmi yang bertujuan melindungi reputasi, serta keselamatan sektor pariwisata.

Sistem terpadu manajemen komunikasi krisis pariwisata, kata Jemmy, menempatkan peran biro komunikasi sebagai organ sentral yang memitigasi, dan mengurangi dampak krisis pariwisata. Melalui “Sure Bro”, Kemenpar menyampaikan informasi dengan narasi yang simpatik, sehingga dapat meredam kegelisahan maupun mendorong kemampuan untuk segera mengambil keputusan.

“Informasi dengan narasi simpatik tersebut dibuat dalam produk humas yakni stand by statement, press release, narasi, caption message, infografis, dan poster,” ujar Jemmy.

Dalam kesempatan yang sama, Jemmy mengapresiasi The Iconomics yang sudah menyelenggarakan seminar 7th Indonesia Public Relations Summit 2026. Kemenpar berharap diskusi dalam seminar dapat membawa masukan yang positif bagi para pihak.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada The Iconomics dalam menyelenggarakan seminar komunikasi empati, narasi, dan strategi. Kita harapkan dapat memberikan banyak manfaat bagi kita semua,” ujar Jemmy.

Baca Juga :   Perluas Layanan Premium, OYO Bakal Hadirkan 25 Hotel Baru dalam 6 Bulan

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics