Privy Sebut Aktivitas Tanda Tangan Elektronik Meningkat 250% di Kuartal I/2026 YoY

0
46
Reporter: Rommy Yudhistira

Aktivitas tanda tangan elektronik kian meningkat dari waktu ke waktu. Privy pun mencatat untuk Kuartal I/2026, aktivitas tanda tangan elektronik meningkat 250% secara tahunan (yoy).

Sedangkan pada Kuartal I/2025, Privy mencatat 10 juta aktivitas tanda tangan. Fakta itu, kata CEO Privy Marshall Pribadi, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat, dan pelaku usaha terhadap proses administrasi yang cepat, aman, dan dilakukan dari mana saja.

“Selain fleksibilitas dan kemudahan yang mendorong masyarakat semakin beralih ke tanda tangan elektronik, keabsahan hukum serta jaminan keamanan menjadi faktor pendorong pencapaian Privy,” kata Marshall dalam keterangan resminya pada Senin (20/4).

Secara demografi industri, kata Marshall, sejumlah sektor yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas tanda tangan elektronik di Privy yakni financial technology (fintech) lending, telekomunikasi dan IT, serta jasa keuangan (multifinanceleasing, perbankan).

“Beberapa industri lain seperti kesehatan dan pendidikan turut berada pada peringkat teratas dengan aktivitas tanda tangan terbanyak,” ujar Marshall.

Di sisi lain, kata Marshall, pihaknya masih meningkatkan edukasi dan literasi bagi masyarakat. Privy menilai masih banyak masyarakat yang menganggap remeh peran tanda tangan pada dokumen digital dengan melakukan pemindaian manual dari kertas, dan smartphone, lalu ditempelkan pada dokumen.

Baca Juga :   Tindak Lanjut Munas KAUMY, M. Yana Aditya Sumbang Gedung untuk UMY

Padahal kegiatan tersebut, ujar Marshall, berisiko tinggi pada keabsahan hukum, dan berpotensi dimanipulasi oleh pihak lain. Untuk itu, Privy gencar mengedukasi terkait penandatanganan elektronik.

Dengan kampanye tersebut, kata Marshall, Privy berupaya menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Privy mengajak masyarakat untuk mengecek keaslian tanda tangan elektronik dengan meng-upload dokumen digital di aplikasi atau website Privy yaitu privy.id/verifikasi-pdf.

“Dengan begitu, masyarakat perlu lebih waspada jika menerima dokumen digital namun tidak memiliki tanda tangan elektronik yang sah ketika diverifikasi di Privy,” ujar Marshall.

Untuk tahun-tahun berikutnya, kata Marshall, Privy optimistis peningkatan tanda tangan elektronik akan terus meningkat seiring dengan kegiatan edukasi yang dilakukan. “Kami optimistis di tahun depan, aktivitas tanda tangan elektronik di Privy dapat meningkat 2 kali lipat di 2027 dan 3 kali lipat di 2028,” tutur Marshall.

Leave a reply

Iconomics