Bos PGE Ahmad Yani Terpilih Jadi Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi, Simak Profil Singkatnya

0
0

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), Ahmad Yani terpilih menjadi Ketua Umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) atau Indonesian Geothermal Association (INAGA) periode 2026 hingga 2029. Ia terpilih melalui Musyawarah Nasional (Munas) XII API/INAGA.

Ahmad Yani bertekad melanjutkan berbagai upaya yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya sekaligus memperkuat peran asosiasi dalam mendorong pengembangan industri panas bumi nasional.

Menurut Ahmad Yani, pengembangan panas bumi membutuhkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, penyedia teknologi, dan masyarakat. Sinergi ini diperlukan untuk menciptakan ekosistem industri yang semakin kuat dan kompetitif.

“Indonesia memiliki potensi panas bumi yang besar, yakni 24 gigawatt (GW). API akan terus menjadi partner terpercaya pemerintah dalam mendorong pengembangannya, termasuk dengan mengawal roadmap kedaulatan energi pemerintah. Saat ini, kami telah memetakan potensi sebesar 3 GW yang dapat dikembangkan. Akan tetapi, pengembangannya dihadapi oleh tantangan, termasuk bagaimana menciptakan iklim investasi yang semakin feasible dan bankable. Perlu perbaikan skema tarif, usulan insentif, serta keberpihakan yang diperlukan agar industri panas bumi dapat tumbuh. Di saat yang sama, kita perlu memastikan kesiapan SDM, teknologi, dan aspek sosial dalam setiap pengembangan proyek,” kata Ahmad Yani dalam keterangannya.

Baca Juga :   PGE Bukukan Pertumbuhan Laba dan Pendapatan di Akhir Semester I/2023

Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 juga mendorong percepatan pemanfaatan panas bumi, dengan tambahan kapasitas pembangkit panas bumi sebesar 5,2 GW dalam periode tersebut.

Ahmad Yani merupakan profesional dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di industri panas bumi. Rekam jejaknya mencakup seluruh rantai industri panas bumi, dari sisi upstream hingga downstream, dengan kompetensi di bidang reservoir engineering, eksplorasi dan eksploitasi, operasi produksi, serta pengeboran (drilling).

Sebelum dipercaya sebagai Direktur Utama PGE pada Januari 2026, Ahmad Yani menjabat sebagai Direktur Operasi PGE sejak 2023. Sebelumnya, ia juga mengemban berbagai posisi strategis di PGE, termasuk General Manager Area Lahendong, Manager Drilling Planning & Support, Manager Operation PGE Area Lahendong, serta Manager Reservoir & Engineering.

Selama menjabat sebagai Direktur Operasi, Ahmad Yani turut mendorong sejumlah inisiatif teknologi dan inovasi, antara lain pilot project green hydrogen di Ulubelu, serta pengembangan teknologi Flow2Max® dan G-Bionic.

Ahmad Yani menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Perminyakan di Universitas Islam Riau pada 2003. Ia kemudian meraih gelar Magister Ilmu Fisika dengan fokus Geothermal Exploration dari Universitas Indonesia pada 2023.

Leave a reply

Iconomics