Waka Komisi I DPR Dorong Satuan Baru TNI Diikuti dengan Penguatan Kualitas Personel dan Alutsista

0
84
Reporter: Kristian Ginting

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menyambut baik 204 satuan baru di tubuh TNI yang diresmikan pada saat HUT ke-81 TNI. Sukamta pun mendorong agar ratusan satuan baru TNI ini diikuti dengan penguatan kualitas personel dan Alutsista (alat utama sistem senjata).

“HUT TNI tahun ini terasa istimewa karena bersamaan dengan peresmian 204 satuan baru oleh Presiden Prabowo Subianto,” kata Sukamta, Rabu (7/10).

Seperti diketahui, Presiden Prabowo melantik dan mengukuhkan 204 satuan baru dalam upacara HUT ke-81 TNI, kemarin. Satuan tersebut terdiri dari enam Kodam, satu Divisi Parako II Pasgat, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Brigade Parako Pasgat, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (TP), serta 150 Batalyon Infanteri (Yonif) Teritorial Pembangunan.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan alasan di balik pembentukan 204 satuan baru. Hal tersebut merupakan upaya menjaga kedaulatan Indonesia, dan  satuan baru yang tersebar di pulau-pulau terkecil itu juga disebut dibentuk untuk menjaga pulau-pulau yang tak berpenghuni.

“Saya menyambut baik penguatan ini. Wilayah Indonesia sangat luas, terdiri atas ribuan pulau dan berada di kawasan yang sangat strategis. Dinamika keamanan juga terus berkembang,” kata Sukamta.

Baca Juga :   Komisi X DPR Setujui Pagu Indikatif dan Tambahan Anggaran Kemenparekraf 2024

“Karena itu, kemampuan TNI untuk hadir dan bergerak cepat di seluruh wilayah Indonesia memang perlu terus diperkuat,” ujar Legislator dari Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu.

Ditambahkan Sukamta, yang perlu dipastikan selanjutnya adalah kesiapan setiap satuan baru tersebut.

“Penambahan struktur perlu diikuti dengan kecukupan dan kualitas personel, alutsista, logistik, infrastruktur, sistem komando dan kendali, serta dukungan anggaran. Jangan sampai organisasinya tumbuh, tetapi kemampuan operasionalnya tidak tumbuh sebanding,” kata Sukamta.

Sebab, menurut Sukamta, tujuan penambahan satuan di TNI bukanlah sekadar bertambahnya kodam, brigade, batalyon atau skadron.

“Yang ingin kita capai adalah meningkatnya daya tempur dan daya tangkal Indonesia,” kata Sukamta.

Sukamta pun mengingatkan 6 kodam baru yang berada di wilayah dengan karakter berbeda-beda. Kepulauan Riau disebut mempunyai lingkungan strategis yang berbeda dengan DIY, NTT, NTB, Maluku Utara maupun Papua Tengah.

“Maka pengembangan masing-masing Kodam perlu mempertimbangkan kondisi geografis, demografis dan potensi ancaman di wilayahnya. Tidak harus semuanya dikembangkan dengan pola yang sama,” ujar Sukamta.

Baca Juga :   Komisi X DPR Akan Revisi UU Kepariwisataan agar Bermanfaat untuk Daerah

Pimpinan Komisi Bidang Pertahanan DPR itu juga menyoroti pembentukan satuan teritorial pembangunan dalam jumlah cukup besar. Sukamta menyebut, TNI mempunyai sejarah panjang dalam membantu masyarakat dan pembangunan di berbagai daerah.

“Peran ini tentu penting, terutama di wilayah yang masih membutuhkan dukungan. Namun, pelaksanaannya tetap perlu dijaga secara proporsional agar tugas utama TNI sebagai alat pertahanan negara tetap menjadi orientasi utama,” ujar Sukamta.

Di sisi lain, Sukamta menekankan bagaimana ancaman pertahanan yang terus berubah.

“Hari ini kita berbicara tentang drone, rudal presisi, sistem tanpa awak, serangan siber, kecerdasan buatan, peperangan elektronik dan operasi informasi,” tutur Sukamta.

Oleh karenanya, Sukamta menyebut penguatan struktur kewilayahan perlu berjalan beriringan dengan modernisasi alutsista, penguasaan teknologi, penguatan intelijen serta peningkatan kemampuan operasi gabungan antar-matra.

“Pada akhirnya, keberhasilan pembentukan 204 satuan baru ini akan terlihat dari hasilnya: apakah TNI menjadi semakin siap, semakin cepat merespons ancaman dan semakin mampu menjaga seluruh wilayah Indonesia,” ujar Sukamta.

“Itu yang perlu kita dukung sekaligus kita kawal bersama,” tambah Wakil Ketua Fraksi PKS DPR itu.

Baca Juga :   Anggota Komisi X: Pemerintah Perlu Tegaskan Batas Usia Masuk SD Harus 7 Tahun

Sukamta pun menyampaikan selamat HUT ke-81 TNI kepada seluruh prajurit, purnawirawan dan keluarga besar TNI di seluruh Indonesia. TNI resmi menginjak usia ke-81 pada 5 Oktober 2026.

“Selamat HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia. Semoga TNI semakin profesional, modern dan kuat, tetap bersama rakyat serta senantiasa menjadi penjaga kedaulatan Republik Indonesia,” ungkap Sukamta.

Sukamta juga memberikan apresiasi kepada dedikasi seluruh prajurit TNI dalam menjaga kedaulatan negara.

“Terima kasih atas pengabdian para prajurit yang selama ini menjaga kedaulatan negara dan keutuhan wilayah NKRI. TNI juga selalu hadir dalam berbagai keadaan sulit yang dihadapi masyarakat,” katanya.

“Di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu, Indonesia tentu membutuhkan TNI yang kuat, profesional, modern dan tetap dekat dengan rakyat. Dirgahayu TNI,” kata Sukamta.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics