KPK Sikat 14 Orang di BNPB, Sekretaris Utama Ikut Diciduk dalam OTT ke-22 Tahun Ini

0
19
Reporter: Wisnu Yusep

OTT Topan Ginting

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang birokrasi pemerintahan Prabowo Subianto. Sebanyak 14 orang diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Salah satu nama yang ikut terseret dalam operasi itu adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian.

Penangkapan pejabat tinggi di lembaga yang menangani urusan kebencanaan itu menambah panjang daftar operasi senyap KPK sepanjang 2026. Tak tanggung-tanggung, operasi kali ini turut menyasar pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pihak swasta yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membenarkan bahwa tim penyidik mengamankan 14 orang dalam operasi tersebut.

“Dalam peristiwa ini, tim KPK mengamankan sejumlah 14 orang, di antaranya merupakan Sekretaris Utama atau Sestama,” kata Budi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (13/10/2026).

Dari total orang yang diamankan, 13 lainnya terdiri atas pejabat pembuat komitmen (PPK) di lingkungan BNPB serta pihak swasta. Keterlibatan unsur birokrasi dan kalangan swasta kini menjadi bagian dari pemeriksaan intensif KPK untuk mengurai duduk perkara di balik operasi tersebut.

Baca Juga :   Waspada! KPK Ingatkan Modus “Pengaturan Perkara” Bea dan Cukai Berburu Korban

“Untuk detail siapa saja, nanti kami akan sampaikan lebih lanjut. Hal yang pasti, terhadap 14 orang ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, baik dari pihak-pihak di BNPB maupun pihak-pihak swasta yang diduga terkait dengan peristiwa ini,” ujar Budi.

Setelah mengamankan belasan orang, KPK bergerak cepat mendalami perkara. Penyidik menjadwalkan gelar perkara atau ekspose di tingkat pimpinan pada Selasa malam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang terjaring OTT.

“Malam ini dijadwalkan dilakukan ekspose di tingkat pimpinan untuk menentukan status hukum dari peristiwa tertangkap tangan ini,” kata Budi.

Gelar perkara itu menjadi tahapan penting untuk menentukan apakah pihak-pihak yang diamankan akan ditetapkan sebagai tersangka atau memiliki status hukum lain sesuai hasil pemeriksaan dan kecukupan alat bukti.

Namun, hingga keterangan itu disampaikan, KPK belum mengungkap secara terperinci konstruksi perkara, dugaan tindak pidana yang sedang diusut, maupun peran masing-masing orang yang diamankan.

Operasi di BNPB ini menjadi OTT ke-22 yang dikonfirmasi KPK sepanjang 2026. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, sebelumnya membenarkan adanya operasi penindakan tersebut.

Baca Juga :   Gunakan Asas Praduga Tak Bersalah, Golkar Tunggu Keterangan KPK soal OTT Walkot Bekasi

“Benar,” kata Setyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics