Legislator Dorong Pemeriksaan Mainan Squishy Suntikan: Keselamatan Anak Harus Diutamakan!
Anggota Komisi IX DPR, Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap peredaran mainan squishy yang dilengkapi alat suntik berjarum dan dilaporkan dijual kepada anak-anak. Penggunaan jarum suntik untuk mainan anak itu dikhawatirkan merupakan limbah medis.
Menurut Netty, beredarnya mainan dengan komponen menyerupai jarum medis perlu menjadi perhatian bersama, terutama ketika produk tersebut mudah diperoleh anak-anak di lingkungan sekolah.
“Mainan seharusnya menjadi sarana bermain yang aman bagi anak, bukan justru menghadirkan risiko luka atau membahayakan kesehatannya. Karena itu, produk dengan komponen tajam perlu diperiksa secara serius sebelum dinyatakan aman untuk digunakan,” kata Netty pada Selasa (27/10).
Seperti diketahui, masyarakat tengah menyoroti peredaran maian anak squishy yang dilengkapi dengan alat suntik seperti jarum medis. Mainan squishy itu diperjualbelikan secara bebas dan mudah didapat anak-anak.
Terkait hal ini, Netty mendorong Kementerian Perdagangan (Kemendag) bersama instansi terkait untuk menelusuri asal produk, jalur distribusi, serta standar keselamatan yang dipenuhi. Juga meminta agar pemeriksaan dilakukan secara objektif, termasuk untuk memastikan jenis dan kondisi jarum yang digunakan.
“Keselamatan anak harus diutamakan,” kata politisi PKS itu.
Meski begitu, Netty menilai dugaan bahwa jarum tersebut berasal dari limbah medis bekas tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum ada hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kita perlu memastikan persoalan ini berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dugaan yang beredar di media sosial. Namun, sembari menunggu hasilnya, langkah pencegahan tetap penting agar anak-anak tidak terpapar risiko yang sebenarnya bisa dihindari,” tutur Netty.
Selain pengawasan produk, anggota Komisi Kesehatan DPR ini menilai koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orang tua perlu diperkuat. Menurut Netty, sekolah dapat meningkatkan pengawasan terhadap mainan yang dibawa siswa, sementara orang tua perlu memeriksa keamanan produk sebelum membiarkan anak menggunakannya.
“Jika ada anak yang tertusuk jarum dari mainan semacam ini, orang tua sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian dan penanganan yang tepat. Jangan menunggu sampai muncul gejala,” ujar Netty.
Netty berharap pemerintah dapat menindaklanjuti laporan yang beredar melalui pemeriksaan produk, penelusuran distribusi, dan penyampaian hasil secara transparan.
“Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai tingkat risiko sekaligus mencegah peredaran produk yang tak memenuhi standar keselamatan,” kata Netty.
Netty menegaskan, perlindungan anak membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Pemerintah perlu memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan keselamatan, sedangkan orang tua dan sekolah berperan mengawasi penggunaannya,” ungkap Legislator dari Dapil Jawa Barat VIII tersebut.
“Jangan sampai sesuatu yang dianggap sekadar mainan justru mengancam kesehatan anak,” kata Netty.