Cerita Raam Punjabi Mengantarkan Multivision Plus ke Lantai Bursa Tepat pada Hari Ulang Tahun Sang Istri

0
729

PT Tripar Multivision Plus Tbk (RAAM), perushaan produsen sinetron dan film terkemuka di Indonesia yang didirikan oleh Raam Punjabi resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/5).

Raam Punjabi, Komisaris Utama PT Tripar Multivision Plus Tbk tampak sumringah saat menyampaikan sambutannya pada seremoni pencatatan perdana saham perusahaan yang sudah berusia 50 tahun ini.

Pria keturunan India ini menyampaikan ada dua hal yang membuatnya bahagia. Pertama, tentu saja karena PT Tripar Multivision Plus Tbk sudah diizinkan oleh otoritas pasar modal untuk menjadi perushaan publik.

“Kedua, yang membanggakan saya adalah, hari ini adalah ulang tahun istri saya. Kami ditawarkan untuk melantai tanggal 9 (Mei). Tetapi Tuhan mengizinkan harinya diubah jadi ini hari,” ujar pria kelahiran 6 Oktober 1943 ini.

Raam Punjabi menikah dengan Raakhee Punjabi pada 16 April 1971. Pasangan ini memiliki tiga orang anak yaitu Ameet Punjabi (meninggal pada tahun 1985), Kharishma Jethani dan Amrit Punjabi.

Kebahagian Raam Punjabi semakin lengkap pada hari ini, karena harga saham PT Tripar Multivision Plus Tbk naik signifikan pada debut perdananya di lantai Bursa. Saat perdagangan saham dimulai, harga sahamnya dibuka pada level Rp292 per saham, naik 24,79% dari harga perdana Rp234 per saham.

Baca Juga :   Akan IPO pada Februari 2023, Bank Sumut Incar Dana Rp1,49 Triliun

PT Tripar Multivision Plus Tbk melepaskan 929,2 juta saham kepada publik. Dengan harga penawaran Rp234 per saham, perseroan berhasil menggalang dana Rp217,43 miliar dari IPO ini.

Tentang IPO, Raam Punjabi mengatakan dirinya sudah ditawari untuk masuk Bursa sejak 20 tahun lalu. Tetapi, kala itu ia menolak karena industri perfilaman Tanah Air, menurutnya, masih labil.

“Saya menolak pake duit masyarakat untuk mengembangkan (perusahaan), karena industrinya belum stabil,” ujarnya.

Kalau kemudian saat ini Multivision menjadi perusahaan publik, Raam mengatakan semata-mata bukan untuk mencari tambahan modal dari publik.

“Tetapi agar meninggalkan legacy untuk bangsa kita. Kalau saya boleh sebut, saya terinspirasi dengan perusahaan seperti Warner Bros, Disney, yang sudah hampir 200 tahun masih berkarya dan memberikan hiburan-hiburan yang terbaik,” ujarnya.

Raam mengatakan dirinya memberanikan diri untuk membawa Multivision menjadi perusahaan publik, karena saat ini Multivision didukung oleh tim yang handal. Media, tambahnya, memberikan predikat kepadanya sebagai sosok pionir.

“Saya menerima predikat itu, karena di Indonesia, industri persinetronan itu diciptakan oleh Multivision,” ujarnya.

Baca Juga :   Hari Pertama di Bursa, Saham Wijaya Cahaya Timber Tbk. (FWCT) Naik 34,75%

Selain didukung oleh tim yang handal, Raam juga melihat prospek cerah industri perfilman di Indonesia ke depan. Indonesia, menurutnya membutuhkan 10 ribu gedung bioskop. Tetapi saat ini baru tersedia 3.000 gedung bioskop.

“Maka bisa dibayangkan betapa besar kemungkinan untuk memajukan perusahaan ini dan memajukan industri perfilman kita, perbioskopan kita, dan pertelevisian,”ujarnya.

Penggalangan dana dari masyarakat melalui IPO ini bertujuan untuk menangkap peluang dari potensi-potensi industri perfilman tersebut. Tetapi, Raam mengaku dukungan masyarakat tersebut harus dibalas dengan kinerja yang cemerlang.

“Saya bersama tim kreatif saya, membuktikan lebih baik, lebih sehat dan juga menjamin investasi masyarakat tidak hanya dijamin tetapi juga memberikan keuntungan yang besar,” ujarnya.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics