Ekonom Perkirakan BI Pangkas BI Rate dalam RDG Juli

0
259

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro memperkirakan Bank Indonesia bakal memangkas suku bunga acuan atau BI Rate dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli ini, setelah pada Juni lalu dipertahankan pada level 5,50%.

“Kalau view kita (pada RDG Juli ini) BI cut rate,” ujar Andry ketika dihubungi Theiconomics.com, Selasa (15/7).

Andry memperkirakan BI bakal memangkas BI Rate sebesar 25 basis poin, sehingga menjadi 5,25%.

Alasan pemangkasan, jelasnya, karena tingkat inflasi Indonesia yang rendah. Juni lalu, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia sebesar 0,19% secara bulanan (month-to-month) dan inflasi tahunan sebesar 1,87%, masih berada dalam sasaran BI, yaitu 2,5±1%.

Selain inflasi yang rendah, menurut Andry, RDG BI juga bakal memangkas BI Rate karena tidak ada risiko besar terhadap depresiasi tajam pada nilai tukar Rupiah.

Faktor lainnya, tambah Andry, adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sinyal penurunan BI Rate sudah disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam RDG Juni lalu.

Saat itu, Perry mengatakan BI memperkirakan tingkat inflasi pada tahun ini dan tahun depan akan tetap rendah di kisaran 2,5±1%.

Baca Juga :   Sesuai Perkiraan, BI Masih Pertahankan BI Rate dalam RDG Agustus

Selain itu, Perry mengatakan, BI juga “bersinergi erat dengan pemerintah untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi.” Pada kuartal pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat, hanya tumbuh 4,87%.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik pada semester II 2025. Secara keseluruhan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 ini berada dalam kisaran 4,6–5,4%.

“Ke depannya, tentu saja kami akan mencermati ruang penurunan suku bunga dengan tetap terkendalinya inflasi dan turut mendorong pertumbuhan,” ujar Perry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG, Rabu (18/6).

Penegasan serupa juga disampaikan Perry pada Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis malam 3 Juli lalu.

Perry saat itu menyampaikan bahwa masih ada ruang penurunan BI Rate pada tahun ini, setelah sebelumnya sudah dua kali melakukan penurunan masing-masing 25 basis poin pada Januari dan Mei 2025.

“Bank Indonesia all out untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kita turunkan suku bunga dua kali, kami akan turunkan lagi,” ujar.

Leave a reply

Iconomics