Eks Dirjen Pajak dan Anak Konglomerat Djarum Dicekal ke Luar Negeri

0
98
Reporter: Wisnu Yusep

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan telah mengambil langkah tegas, mencekal sejumlah tokoh penting termasuk mantan Direktur Jenderal Pajak, KD bepergian ke luar negeri.

​Yang paling menarik perhatian adalah nama VRH. Pria berinisial VRH ini dikenal sebagai generasi ke-9 dari keluarga besar Hartono, dinasti terkaya di Indonesia, yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Djarum.

​Victor dicekal berdasarkan Surat Keputusan Nomor KEP 379/D/DIP 4/11/2025. Keluarga Hartono dengan Budi dan Michael Hartono yang memiliki total kekayaan fantastis mencapai US$37,8 miliar (sekitar Rp 630,63 triliun) selalu langganan menduduki puncak daftar orang terkaya versi Forbes.

 

​Tersandung Dugaan Korupsi Pajak 2016-2020

​Pencekalan ini merupakan permintaan langsung dari Kejaksaan Agung terkait dengan dugaan kasus korupsi pajak yang terjadi pada periode 2016 hingga 2020.

​”Instansi pengusul Kejaksaan Agung. Alasannya korupsi,” tegas Plt. Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, saat dikonfirmasi pada Kamis (20/11/2025).

​Selain VRH dan KD, tiga nama lain yang juga dicekal adalah BNDP, KL, dan HBP.

Baca Juga :   IMF Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,7%, Menkeu Sri Mulyani Tetap Perkirakan Sekitar 5%

​Total kelima orang ini dicekal sejak 14 November 2025 hingga 14 Mei 2026.
​Kasus ini berpusat pada dugaan Tindak Pidana Korupsi Memperkecil Kewajiban Pembayaran Perpajakan Perusahaan atau Wajib Pajak yang melibatkan Oknum/Pegawai Pajak di Direktorat Pajak Kementerian Keuangan.

Kejagung sebelumnya sudah melakukan penggeledahan di beberapa lokasi untuk penyidikan kasus ini.
​

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics