Indonesia Rendezvous ke-30 AAUI: Chairman AAUI Sebut Kolaborasi Bikin Industri Perasuransian Kuat

0
8

Ratusan pimpinan perusahaan asuransi umum, regulator, asuransi jiwa dan perusahaan yang terkait dengan ekosistem perasuransian dari dalam dan luar negeri memenuhi Garuda Wisnu Kencana Lotus Pond, Bali saat Gala Dinner Indonesia Rendezvous ke-30 pada 12 Oktober 2026 malam. Tampak hadir mengisi roundtable paling depan Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, dan Hadi Tjahjanto, mantan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), dan Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2012-2017.

Dalam gelaran yang diselenggarakan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) ini, saat membuka acara dengan pidato singkatnya, Ketua Umum AAUI, Budi Herawan menyampaikan sejumlah poin penting yang menjadi perhatian industri perasuransian.

Budi menyebut penyelenggaraan Indonesia Rendezvous selama tiga dekade telah berkembang menjadi wadah bagi pelaku industri untuk membangun hubungan bisnis, bertukar pengalaman, dan memperkuat kolaborasi.

Menurut Budi, persaingan akan membuat industri lebih baik dan kolaborasi akan membuat industri menjadi kuat.

Budi menyampaikan bahwa industri asuransi dan reasuransi Indonesia saat ini menghadapi perubahan kondisi ekonomi, tantangan bisnis yang semakin kompleks, serta peningkatan ekspektasi masyarakat.

Pelaku industri juga perlu menyesuaikan diri dengan berbagai regulasi baru yang akan memengaruhi perkembangan industri ke depan.

Dalam kesempatan ini, di depan pimpinan, tokoh industri perasuransian, dan regulator, Budi mengajak pelaku industri untuk menyikapi perubahan regulasi secara konstruktif melalui komunikasi terbuka dan penyampaian masukan kepada regulator. Dengan demikian, kebijakan yang diterapkan diharapkan dapat memperkuat ketahanan industri sekaligus memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.

Budi mengajak melihat peluang yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan industri, tidak hanya melihat perubahan regulasi sebagai tantangan.

Budi mengatakan Indonesia memiliki potensi pasar asuransi yang besar seiring dengan jumlah penduduk yang tinggi, perkembangan aktivitas bisnis, dan meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan finansial.

Oleh karena itu, perusahaan asuransi tidak cukup hanya memperluas bisnis masing-masing, tetapi juga perlu saling mendukung dan meningkatkan kerja sama.

Di sela-sela Gala Dinner ini, tampak para pimpinan perasuransian berbincang-bincang mengenai bisnisnya masing-masing dan membuka diri untuk saling berkolaborasi bisnis.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics