Jamkrindo Bukukan Laba Sebelum Pajak Rp 743,23 M di Semester I/2026

0
3
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 743,23 miliar pada Semester I/2026. Jumlahnya meningkat 34,70%, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 551,76 miliar.

Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, lonjakan laba mencerminkan kuatnya fundamental perusahaan yang dibangun melalui transformasi secara terintegrasi. Pada akhirnya, upaya tersebut mampu menjaga pertumbuhan usaha secara sehat dan berkelanjutan.

“Transformasi menjadi fondasi bagi Jamkrindo untuk memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan kinerja perusahaan, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui penguatan yang dilakukan secara terintegrasi, kami terus membangun organisasi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Abdul dalam keterangan resminya pada Jumat (7/8).

Masih soal kinerja, kata Abdul, pihaknya mencatat imbal jasa penjaminan bersih sebesar Rp 3,16 triliun, naik 21,49% dibandingkan Semester I/2025. Perseroan juga mencatat total aset Rp 29,83 triliun, dengan total ekuitas Rp 13,90 triliun.

Selain itu, Jamkrindo juga membukukan volume penjaminan sebesar Rp 157,30 triliun. Jamkrindo telah memberikan akses penjaminan kepada 2,28 juta pelaku usaha. Abdul menyebutkan, pencapaian itu semakin mempertegas kontribusi Jamkrindo dalam memperluas inklusi keuangan, memperkuat ekosistem UMKM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Baca Juga :   Bank Nagari Bukukan Laba Rp 224,82 Miliar pada Semester I/2024

Masih kata Abdul, pihaknya akan terus memperkuat strategi transformasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan semangat melayani sepenuh hati, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penjaminan yang andal, inovatif, dan terpercaya.Kami akan terus memperkuat kapabilitas organisasi agar mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi UMKM, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia,” ujar Abdul.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics