Utomo Charge+ Gandeng BYD Percepat Penetrasi Infrastruktur Kendaraan Listrik
Utomo Charge+ menghadirkan teknologi pengisian daya ultra cepat Flash Charging di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat peran Utomo Charge+ dalam mengembangkan infrastruktur kendaraan listrik nasional.
Business Unit Head Utomo Charge+ Mas Dwi Lestari mengatakan, pihaknya menggandeng BYD untuk mempercepat penetrasi infrastruktur kendaraan listrik. Kolaborasi itu menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan infrastruktur pengisian daya generasi berikutnya.
Teknologi Flash Charging yang diperkenalkan, kata Mas Dwi, menawarkan kemampuan pengisian daya hingga 1.500 kiloWatt (kW) melalui 1 konektor. Terobosan itu disebut berpotensi mengubah pengalaman pengguna kendaraan listrik dengan mengurangi waktu tunggu pengisian daya secara signifikan.
Kemudian, kata Mas Dwi, untuk menjawab salah satu tantangan utama percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Teknologi Flash Charging merupakan salah satu titik penting dalam evolusi kendaraan listrik.
“Ke depan, daya saing infrastruktur pengisian tidak hanya ditentukan oleh jumlah charger, tetapi juga oleh kecepatan, keandalan, efisiensi energi, dan kemampuan memberikan pengalaman pengisian yang semakin praktis bagi pengguna,” ujar Mas Dwi dalam acara media gathering di Haka Danza Pondok Indah, Jakarta, Jumat (16/10).
Bagi Utomo Charge+, kata Mas Dwi, kerja sama dengan BYD bukan sekadar menghadirkan teknologi, tetapi juga bagian dari transformasi industri menuju infrastruktur energi, dan mobilitas yang semakin terintegrasi.
Sebagai perusahaan yang bergerak dalam pengembangan dan pengoperasian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia, kata Mas Dwi, Utomo Charge+ terus mengembangkan jaringan dengan pendekatan yang mengutamakan lokasi strategis. Begitu pula dengan integrasi kelistrikan, manajemen distribusi daya, keandalan operasional, dan pengalaman pengguna.
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia didukung oleh jaringan pengisian yang tidak hanya semakin luas, tetapi juga semakin berkualitas dan siap mengikuti perkembangan teknologi,” ujar Mas Dwi.
Selain itu, kata Mas Dwi, perkembangan teknologi pengisian daya ultra cepat diperkirakan mampu mendorong kebutuhan baru terhadap lokasi pengisian strategis, kapasitas listrik yang memadai, dan sistem pengelolaan energi yang lebih efisien.
Utomo Charge+, kata Mas Dwi, melihat perkembangan tersebut sebagai peluang untuk memperluas kerja sama dengan pemilik lahan, pengelola properti, kawasan komersial, pengembang, perusahaan transportasi, dan investor infrastruktur.
“Kami percaya bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik merupakan peluang kolaborasi jangka panjang,” ujar Mas Dwi.
Sementara itu, Business Development Mega Dealer BYD Haka Auto Achmad Rosyadi menambahkan, kolaborasi dengan operator infrastruktur menjadi salah satu elemen penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pengisian daya generasi terbaru.
Dengan dukungan blade battery generasi kedua pada kendaraan yang kompatibel, kata Ahcmad, teknologi dari Utomo Charge+ dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar 5 menit. Kemudian, mencapai 97% dalam waktu 9 menit pada kondisi pengujian yang ditentukan.
BYD pun menargetkan pengembangan hingga 100 fasilitas Flash Charging di Indonesia hingga akhir 2026.
“Melalui kerja sama dengan mitra strategis seperti Utomo Charge+, kami berharap dapat memperluas jangkauan layanan pengisian daya dan memberikan pengalaman yang semakin baik bagi pengguna kendaraan listrik di Indonesia,” ujar Achmad.