Waskita Karya Cetak Kenaikan Pendapatan hingga 53,73% di Kuartal III/2026
PT Waskita Karya (Persero) Tbk mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 8,13 triliun secara tahunan (yoy) pada Kuartal III/2026. Jumlahnya meningkat 53,73% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,29 triliun.
Corporate Secretary Waskita Karya Steven Subiantoro mengatakan, peningkatan tersebut karena naiknya pendapatan jasa konstruksi sebesar 71,5%, dari Rp 3,76 triliun menjadi Rp 6,45 triliun. Kemudian, penyerapan atas realisasi proyek, terutama proyek pemerintah senilai Rp 3,9 triliun.
Selain itu, kata Steven, pihaknya telah memulai proses restrukturisasi dari sisi keuangan dan operasional sejak 2023.
“Demi memperkuat struktur keuangan, Waskita telah menandatangani master restructuring agreement (MRA) pada 2024 oleh 21 bank. Kami konsisten menjalankan implementasi perjanjian ini sampai sekarang,” kata Steven dalam keterangan resminya pada Kamis (22/10).
Berkat restrukturisasi, kata Steven, Waskita Karya memiliki kemampuan lebih tinggi untuk memenuhi kewajiban keuangan. Dengan begitu, total pembayaran keuangan meningkat dari Rp 1,02 triliun menjadi Rp 1,06 triliun.
Kenaikan juga terjadi pada nilai pembayaran pinjaman bank jangka panjang mencapai Rp 701,3 miliar, dari sebelumnya Rp 393,6 miliar. Terjadi peningkatan hingga 78,18%.
“Manajemen Waskita Karya juga berhasil menurunkan beban keuangan menjadi Rp 2,79 triliun. Kami akan terus berusaha membayar utang atau kewajiban perusahaan, agar beban keuangan bisa semakin ditekan,” tutur Steven.
Sejak 2023, lanjut Steven, Waskita berupaya mengecilkan nilai utang dari Rp 84 triliun, menjadi Rp 66,5 triliun, atau turun 20,8%. Lalu, menyelesaikan 100% kewajiban atas pajak past due. Tercatat, perseroan tidak lagi memiliki pajak utang past due sejak 2024.
“Seluruh pencapaian kinerja itu menunjukkan restrukturisasi finansial berjalan seiring perbaikan kinerja operasional. Bagi Waskita, restrukturisasi bukan sekadar reschedule utang, tapi juga kesempatan untuk memperkuat fundamental perusahaan,” ujar Steven.
Dengan demikian, kata Steven, Waskita akan terus berupaya meningkatkan kinerja dengan menitikberatkan pada pemulihan kegiatan operasional inti. Dan, fokus pada bisnis inti perusahaan yakni sebagai kontraktor murni.
“Kami selalu terbuka untuk menerima arahan sekaligus perspektif baru guna pemulihan dan pertumbuhan Waskita,” katanya.