Kuartal I-2023, Vale Indonesia Tbk (INCO) Peroleh Laba Bersih US$98,1 Juta, Naik 45,1% YoY
Presiden Direktur Vale Indonesia Febriany Eddy/Dok. Vale
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$98,1 juta atau sekitar Rp1,47 triliun (kurs:15 ribu) sepanjang kuartal pertama 2023. Laba bersih tersebut naik 45,1% dibanding periode yang sama tahun lalu (year on year/YoY) dan naik 207% dibandingkan kuartal empat 2022.
“Pada kuartal pertama 2023, harga nikel berada pada level yang menguntungkan dan mendorong Perseroan untuk membukukan laba bersih yang kuat, sebesar US$98,1 juta, meningkat 207% dibandingkan dengan laba bersih triwulan sebelumnya. Kami juga diuntungkan dengan turunnya harga komoditas energi, namun hal itu tidak menyurutkan tekad kami untuk terus melakukan perbaikan di segala aspek bisnis,” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur PT Vale Indonesia Tbk dalam keterangan pers yang dikutip, Kamis (27/4).
Sepanjag tiga bulan pertama 2023, perusahaan nikel yang berbasis di Sulawesi ini membukukan pendapatan sebesar US$363,18 juta atau sekitar Rp5,44 triliun. Pendapatan tersebut tumbuh 54,48% YoY atau naik 19% dibandingkan kuartal keeempat 2023.
Kenaikan pendapatan ini didorong oleh harga realisasi rata-rata nikel perseroan pada kuartal pertama 2023 ini yang 18% lebih tinggi dibandingkan dengan harga kuartal sebelumnya. Beban Pokok Pendapatan juga turun 9% dari US$251,2 juta pada kuartal keempat 2022 menjadi US$228,2 juta pada kuartal pertama 2023.
Selain kontribusi positif dari harga komoditas yang lebih rendah, penurunan biaya juga didorong oleh disiplin yang kuat dalam hal pengelolaan biaya dan upaya berkelanjutan dalam meningkatkan produktivitas pada proses bisnis kami.
PT Vale membukukan EBITDA sebesar US$173,58 juta dan mengeluarkan sekitar US$58,2 juta untuk belanja modal pada kuartal pertama 2023. Menyusul peletakan batu pertama untuk Proyek Morowali pada Februari 2023, Perseroan dan mitra terus melaksanakan pekerjaan di lapangan, baik di lokasi tambang maupun di pabrik pengolahan.