Utamakan Keselamatan Perwira di Tengah Eskalasi Geopolitik, PIEP Relokasi Pekerja

0
47

PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil merelokasi 11 perwira yang bertugas di Basra, Irak, serta 8 perwira yang berada di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Proses relokasi dari Basra ke Jakarta memakan waktu sekitar 14 hari, antara lain karena penutupan sejumlah bandara internasional seperti di Kuwait City, Dubai, dan Doha.

Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Awang Lazuardi, mengatakan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah turut memengaruhi operasional perusahaan di Irak.

“Geopolitik yang dinamis tentu berpengaruh bagi operasi kita di Irak. Alhamdulillah, berkat koordinasi yang sangat baik antara PIEP, PHE, Pertamina, serta dukungan Kementerian Luar Negeri dan KBRI di sejumlah negara, para perwira dapat kembali ke Tanah Air dengan selamat,” ujar Awang.

Direktur Utama PIEP, Syamsu Yudha, menegaskan bahwa keselamatan perwira merupakan prioritas utama perusahaan. PIEP menjalankan seluruh prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Business Continuity Plan (BCP) secara disiplin dan terkoordinasi dengan Pertamina Holding, Subholding Upstream, serta otoritas terkait.

Baca Juga :   Pertama di Indonesia, Pertamina Eco RunFest 2024 Jadi Ajang Lari Ramah Lingkungan dengan Karbon Netral

“Kami terus memonitor situasi secara real-time untuk memastikan perlindungan optimal bagi seluruh personel,” ujar Syamsu. Ia menambahkan bahwa perusahaan juga melakukan asesmen terhadap contingency plan dan rute evakuasi alternatif guna mengantisipasi kemungkinan penutupan wilayah udara di masa mendatang.

Pertamina Irak Eksplorasi & Produksi (PIREP) bergerak cepat dengan mengaktifkan Emergency Response Team (ERT) segera setelah menerima informasi terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain melakukan pemantauan intensif, PIREP juga memperkuat komunikasi dan koordinasi strategis dengan KBRI Baghdad, KBRI Kuwait City, KBRI Riyadh, KBRI Abu Dhabi, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah.

Dalam proses evakuasi, para perwira PIREP menempuh perjalanan darat dari Basra menuju perbatasan Safwan untuk memasuki Kuwait, kemudian melanjutkan perjalanan ke Dammam, Arab Saudi. Dari sana, seluruh personel melanjutkan perjalanan udara dari Dammam ke Jeddah sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Sebagian personel tiba di Jakarta pada 10 Maret 2026, sementara sisanya tiba pada 11 Maret 2026.

Baca Juga :   Jadi Komisaris Pertamina, Apa Tugas Utama Condro Kirono?

Proses evakuasi yang cepat dan sigap ini juga mendapat apresiasi dari diaspora yang bekerja di perusahaan minyak lainnya. Hal tersebut menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengutamakan keselamatan pekerjanya.

Selain memastikan keselamatan personel, PIEP juga menghubungi keluarga seluruh perwira PIREP untuk menyampaikan kondisi terkini secara langsung. Perusahaan juga menyediakan saluran komunikasi hotline 24 jam guna memastikan keluarga memperoleh informasi dan dukungan yang diperlukan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics