Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 Resmi Dibuka, Pasokan Energi Dipastikan Aman

0
40

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi bagi masyarakat menjelang arus mudik dan perayaan Idulfitri 2026.

Posko ini menjadi rujukan informasi terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), LPG, listrik, hingga potensi kebencanaan geologi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Posko akan beroperasi selama 20 hari, mulai 12 Maret hingga 31 Maret 2026, dan berlokasi di Gedung BPH Migas.

Pembukaan posko dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan Posko Nasional Sektor ESDM berfungsi sebagai pusat koordinasi antarinstansi sekaligus sumber informasi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Secara nasional ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan Hari Raya Idulfitri 1447 H sangat memadai,” ujar Yuliot.

Ketua Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026, Erika Retnowati, menekankan pentingnya sinergi antar lembaga agar pelaksanaan posko berjalan lancar dan mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Dalam pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM ini, penting bagi kita untuk bersinergi agar kegiatan berjalan lancar. Sinergi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Korlantas Polri, terutama terkait rute pembatasan lalu lintas maupun titik-titik kemacetan,” ujar Erika.

Baca Juga :   Komisi VII Dukung Percepatan Pemanfataan EBT di Indonesia

Selama periode Posko Ramadan dan Idulfitri, BPH Migas bersama Pertamina menyiagakan 125 terminal BBM, 7.885 SPBU, dan 72 Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU), serta fasilitas tambahan di wilayah dengan permintaan tinggi.

Proyeksi kebutuhan BBM selama periode posko menunjukkan konsumsi gasoline diperkirakan meningkat sekitar 12% dibandingkan kondisi normal, sementara gasoil diproyeksikan turun sekitar 14,5%. Adapun kebutuhan avtur diperkirakan naik 2,8% dan kerosene meningkat sekitar 4,2% dibandingkan realisasi normal.

Untuk LPG, Direktorat Jenderal Migas bersama Pertamina menyiagakan 40 terminal LPG, 757 Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE), serta 6.662 agen LPG. Prognosa ketahanan stok LPG nasional diperkirakan berada pada kisaran 12–15 hari dan dijaga tetap stabil selama periode Ramadan dan Idulfitri dengan dukungan agen serta pangkalan LPG siaga 24 jam, terutama di wilayah dengan permintaan tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Pertamina memastikan pasokan energi nasional, khususnya BBM dan LPG, dalam kondisi aman selama periode Ramadan dan Idulfitri 1447 H.

Untuk memastikan kelancaran distribusi energi, Pertamina juga telah mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri yang bertugas mulai 9 Maret hingga 1 April 2026.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan Pertamina terus memperkuat kesiapan operasional dan layanan kepada masyarakat agar kebutuhan energi selama Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik.

“Pertamina memastikan ketersediaan stok BBM dan LPG berada dalam kondisi aman untuk menyambut Ramadan dan Idulfitri. Kami juga memastikan layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal melalui jaringan distribusi energi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Simon dalam pembukaan Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idulfitri 2026 di Jakarta.

Baca Juga :   Dukung Target Pemerintah NZE Tahun 2060, Ini Inisiatif Hijau Pertamina

Pertamina juga menyiapkan berbagai layanan tambahan di wilayah yang diperkirakan mengalami lonjakan konsumsi energi selama periode tersebut.

“Beberapa layanan tambahan kami siapkan, antara lain motoris Pertamina Delivery Service (PDS) yang dapat mengantarkan BBM saat terjadi kemacetan, serta mobil tangki yang disiagakan di sejumlah titik strategis untuk memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar,” tambah Simon.

Selain itu, Pertamina terus memperkuat infrastruktur energi nasional, termasuk menjajaki kerja sama pembangunan fasilitas penyimpanan energi (storage) guna meningkatkan ketahanan energi nasional.

Terkait kondisi kapal di kawasan Teluk Arab, Simon menegaskan Pertamina terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Saat ini terdapat dua kapal yang telah melanjutkan operasional, yakni Pertamina International Shipping (PIS) Rinjani dan PIS Paragon, yang melayani non-captive market dengan tujuan pengiriman ke Kenya dan India sehingga tidak terkait langsung dengan kebutuhan energi domestik Pertamina,” jelas Simon.

Sementara itu, dua kapal Pertamina lainnya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di wilayah Teluk Arab.

Baca Juga :   Pertamina NRE dan US Grains & BioProducts Council Perkuat Kolaborasi Knowledge Exchange Pengembangan Bioetanol

“Prioritas utama Pertamina adalah memastikan keselamatan kru kapal serta keamanan kargo yang diangkut. Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan otoritas terkait untuk memastikan situasi tetap kondusif sehingga kapal dapat melanjutkan operasional dengan aman,” ujar Simon.

Sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika geopolitik global, Pertamina juga terus melakukan diversifikasi sumber pasokan energi dari berbagai kawasan dunia. Selain dari Timur Tengah, pasokan energi juga berasal dari Afrika, Amerika, dan wilayah lainnya untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi nasional.

Dengan dukungan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, Pertamina berkomitmen untuk terus memastikan kelancaran distribusi energi serta menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat Indonesia.

Sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, Pertamina juga berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta mendorong berbagai program yang berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berfokus pada tata kelola perusahaan yang baik, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, serta penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics