Manulife Indonesia Perluas Akses Air Bersih bagi Lebih dari 3.000 Warga Kampung Cigaok

Data WHO melalui World Bank Open Data menunjukkan bahwa pada 2024 baru sekitar 30% penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman.
0
0

Memperingati 41 tahun perjalanan melayani masyarakat Indonesia, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (Manulife Indonesia) melanjutkan program Adopt Village di Kampung Cigaok Tengah, Bogor, Jawa Barat.

Inisiatif yang dimulai sejak Desember 2025 ini telah memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi lebih dari 3.000 warga, sekaligus memperkuat edukasi kesehatan, literasi keuangan, kepedulian terhadap lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Adopt Village merupakan inisiatif investasi komunitas jangka panjang Manulife Indonesia yang sejalan dengan komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih panjang, lebih sehat, dan lebih sejahtera secara finansial.

Dengan pendekatan terpadu yang melibatkan masyarakat secara aktif, program ini tidak hanya mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga menghadirkan edukasi kesehatan, lingkungan, dan literasi keuangan untuk menciptakan dampak berkelanjutan serta memperkuat kesehatan, ketahanan, dan kemandirian masyarakat.

“Melalui Manulife Indonesia Adopt Village, kami tidak hanya mendukung penyediaan akses air bersih dan sanitasi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan untuk merawat fasilitas tersebut, menerapkan kebiasaan hidup yang lebih sehat, serta memastikan manfaat program dapat berkelanjutan dalam jangka panjang. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak jangka panjang sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat Kampung Cigaok,” jelas Apriliani Siregar, Direktur Manulife Indonesia.

Baca Juga :   Solusi Perlindungan dengan Fitur Power Reset dan Pilihan Unit Link Berbasis Sektor Teknologi Kesehatan

Selain meresmikan perluasan fasilitas air bersih di Kampung Cigaok Tengah, sebanyak 41 relawan yang terdiri dari karyawan dan perwakilan tenaga pemasar Manulife Indonesia turut melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat, edukasi kesehatan dan finansial, serta aktivitas edukatif bagi anak-anak melalui pembelajaran kesehatan dan finansial dan perlombaan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan.

Meski akses air minum layak di Indonesia terus meningkat, tantangan masih terlihat pada akses air minum yang benar-benar aman dan berkelanjutan. Data WHO melalui World Bank Open Data menunjukkan bahwa pada 2024 baru sekitar 30% penduduk Indonesia yang menggunakan layanan air minum yang dikelola secara aman. UNICEF Indonesia juga mencatat hanya 30,45% rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum aman dan 10,30% terhadap sanitasi aman.

Angka-angka ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan lintas sektor untuk meningkatkan akses terhadap air bersih dan sanitasi, khususnya bagi komunitas yang masih membutuhkan dukungan. Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang aman merupakan hal mendasar untuk mencegah penyakit, meningkatkan kualitas kesehatan, dan membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Baca Juga :   Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia Hadirkan Manulife Ultima+

Sejalan dengan pendekatan tersebut, Manulife Indonesia berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dompet Dhuafa Social Enterprise, Rumah Sakit Mayapada Bogor, Pemerintah Desa Wargajaya, tokoh masyarakat, komunitas setempat, mitra strategis, serta warga Kampung Cigaok.

Sejak dimulai pada Desember 2025, inisiatif Adopt Village telah memperluas akses air bersih dan sanitasi bagi warga di Kampung Cigaok. Saat ini, warga secara swadaya membangun jaringan pipa distribusi untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah. Langkah tersebut menunjukkan tumbuhnya rasa memiliki sekaligus kemandirian masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak program tidak berhenti pada pembangunan fasilitas. Ketika masyarakat ikut memiliki, mengembangkan, dan menjaga manfaatnya, di situlah kemandirian komunitas mulai terbentuk. Kami berharap pendekatan Adopt Village dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kampung Cigaok,” tutup Apriliani.

Kegiatan yang berlangsung di Cigaok Tengah, Bogor, pada 19 Agustus 2026 tersebut dihadiri oleh Apriliani Siregar, Direktur Manulife Indonesia; Usti Nuraini Oktavianti, Direktur Keuangan & Proposisi Manulife Syariah Indonesia; Ronny Tan, Chief Information Officer Manulife Indonesia; dan Eveline Haumahu, Chief Marketing Officer PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI).

Baca Juga :   Kolaborasi Manulife Indonesia dengan DBS Indonesia Menghadirkan Asuransi Kesehatan Penyakit Kritis

Inisiatif ini sejalan dengan Manulife Longevity Institute, yaitu platform global Manulife untuk riset, pemikiran strategis, inovasi, advokasi, dan investasi komunitas yang bertujuan mendorong aksi nyata dalam membantu masyarakat menjalani hidup yang lebih panjang, lebih sehat, dan lebih aman secara finansial. Untuk informasi lebih lanjut mengenai Longevity Institute, kunjungi Manulife.com/Longevity.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics