Kementerian ESDM Sebut Harga BBM Non-Subsidi Terbuka untuk Naik Lagi, Ini Alasannya
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, ada Kementerian ESDM membuka peluang harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi akan mengalami kenaikan lagi. Tetapi, tentu saja dengan catatan, harga minyak mentah Indonesia (ICP) melonjak.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax cenderung mengikuti mekanisme pasar global, dan tercermin dari pergerakan harga rata-rata ICP.
“Kalau harga pasar globalnya itu ICP naik, otomatis akan naik. Tapi kalau ICP turun, pasti juga akan terkoreksi,” kata Bahlil di ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (22/9).
Meski demikian, kata Bahlil, pemerintah berupaya memastikan kebutuhan BBM dalam negeri terpenuhi hingga beberapa hari ke depan. “Pemerintah memastikan cadangan BBM itu ada pada standar minimal 18 hingga 21 hari,” tambah Bahlil.
Selain itu, kata Bahlil, pemerintah pun memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi atau Pertalite. Namun, masyarakat yang mampu diimbau Bahlil untuk tidak membeli BBM subsidi.
Sebab, kata Bahlil, BBM subsidi hanya diperuntukkan bagi masyarakat dari golongan ekonomi tidak mampu atau rentan. Juga untuk sektor-sektor tertentu yang menopang hajat hidup orang banyak.
“Saya mengimbau kepada saudara-saudara saya, yang mampu, yang pendapatannya bagus, ekonominya menengah ke atas, mobilnya bagus, jangan pakai BBM subsidi. Masa tidak malu sama saudara-saudara kita yang harus mendapatkan subsidi BBM, tapi jatahnya diambil oleh orang yang mampu,” ujarnya.