Dirut KAI Bobby Pastikan Tak Terkait Penyitaan Rp 2 M yang Dilakukan KPK
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin bersama jajaran berkunjung ke Kabupaten Batang bertemu dengan Bupati Batang dan Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dalam rangka membahas sejumlah kolaborasi strategis/Dok. KAI
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin memastikan tidak terkait dengan penyitaan uang senilai Rp 2 miliar yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bobby mengatakan, pihaknya sedang berada di Yogyakarta ketika KPK menyita uang Rp 2 miliar itu. Keberadaannya di Yogyakarta menginspeksi persiapan angkutan penumpang menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) pada Desember 2026.
“Terkait ramainya pemberitaan hari ini di media tentang saya, saya sangat sedih dan menyatakan bahwa pemberitaan itu tidak benar,” kata Bobby dalam keterangan resminya pada Sabtu (7/11).
Bobby pun meminta dukungan kepada pelanggan KAI, agar persiapan menuju Nataru dapat berjalan dengan baik, dan lancar.
“Saya memohon doa dan dukungan pelanggan KAI serta seluruh masyarakat agar perjalanan kereta api senantiasa selamat, aman, dan lancar. Mari kita sambut libur Nataru dengan perjalanan kereta api yang semakin baik,” ujar Bobby.
Sebelumnya, KPK menyita uang senilai Rp 2 miliar dari Dirut KAI berinisial BR. Penyitaan tersebut bagian dari penyidikan dugaan korupsi proyek pengadaan digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) PT Pertamina (Persero) periode 2018–2023.
Terkait dengan penyitaan itu dibenarkan Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein. Namun, Taufik tidak merinci nilai uang yang disita dari BR.
“Iya betul. Penyidik sudah melakukan penyitaan,” ujar Taufik.
Seperti halnya Taufik, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo pun membenarkan tindakan penyidik menyita uang dari BR yang diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi digitalisasi SPBU PT Pertamina.
“Benar, dalam penyidikan perkara itu telah dilakukan penyitaan uang senilai Rp 2 miliar dari salah seorang saksi, saudara BR,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta pada Jumat (6/11).