Bank Raya Bukukan Laba Bersih Rp21 Miliar di Kuartal III-2026, Dirut Genjot Aplikasi Raya
Aplikasi Raya akan terus dioptimalkan Bank Raya untuk tingkatkan kinerja/Dok. Bank Raya
PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan kinerja positif pada kuartal III tahun 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp21 miliar. Bank Raya juga telah menekan non-performing loan (NPL) pada kuartal III tahun 2026. Bank Raya menekan NPL Gross menjadi sebesar 2,53% turun sebesar 203 bps (yoy) dan NPL Net sebesar 0,41% turun sebesar 131 bps (yoy).
Pada kuartal III- 2026 ini, rasio Net Interest Margin (NIM) meningkat sebesar 83 bps (yoy) menjadi 5,83%. Peningkatan NIM menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan dalam mendukung kinerja intermediasi Bank Raya.
Dari sisi penghimpunan dana, Digital Saving Bank Raya tercatat sebesar Rp2,4 triliun tumbuh sebesar 35,6% (yoy). Sejalan dengan hal tersebut, aktivitas transaksi melalui Aplikasi Raya juga terus meningkat sebesar 44,7% (yoy) dengan total mencapai 4,9 juta transaksi.
Penguatan dana murah juga tercermin dari rasio Current Account Saving Account (CASA) Bank Raya yang mencapai 35,83%, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 29,78%. Peningkatan rasio CASA tersebut menunjukkan semakin kuatnya kontribusi Digital Saving dalam struktur pendanaan Bank Raya, sekaligus mendukung upaya memperkuat fundamental bisnis digital.
Dari sisi likuiditas, Bank Raya mencatat rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 78,65%, dan rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 707,4%, serta Rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 167,59% diatas ketentuan minimum 100% yang mencerminkan kondisi likuiditas bank terjaga dengan baik.
Bank Raya juga memiliki fundamental permodalan yang kuat dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 42,35%, di atas ketentuan minimum regulator. Posisi permodalan tersebut memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk mengembangkan bisnis, memperkuat kapasitas penyaluran kredit, serta mengantisipasi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi kegiatan usaha.
Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia menyampaikan pencapaian kinerja Bank Raya pada kuartal III tahun 2026 merupakan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat bisnis digital, meningkatkan kualitas layanan, serta menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan prinsip kehati-hatian.
“Kami terus mengoptimalkan Aplikasi Raya sebagai kanal utama layanan perbankan digital yang dapat memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi nasabah. Ke depan, Bank Raya akan terus memperkuat inovasi dan memperluas akses keuangan digital guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” kata Ida bagus dalam keterangannya.