Astra International Bukukan Laba Bersih Rp 24,6 T di 9 Bulan Pertama 2026
PT Astra International Tbk membukukan laba bersih tidak termasuk non-recurring items sebesar Rp 24,6 triliun pada 9 bulan pertama di 2026. Jika memperhitungkan non-recurring items, laba bersih Astra turun 12% dari Rp 24,4 triliun pada 9 bulan di 2025, menjadi Rp 21,6 triliun pada periode yang sama di 2026.
Presiden Direktur Astra Rudy Chen mengatakan, pihaknya pun mencatat pendapatan bersih Rp 243,8 triliun, dari sebelumnya Rp 243,6 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi aset, kata Rudy, kas bersih tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan mencapai Rp 1,8 triliun pada 30 September 2026. Jumlahnya menurun dibandingkan pada 31 Desember 2025, Astra memiliki aset sebesar Rp 7,2 triliun. Penurunan karena akuisisi perusahaan tambang emas PT Arafura Surya Alam, dan aksi share buyback.
Kemudian, kata Rudy, utang bersih anak perusahaan jasa keuangan mencapai Rp 66,7 triliun pada akhir September 2026. Utang tersebut meningkat dari sebelumnya Rp 64,9 triliun pada 31 Desember 2025.
Dari tiap-tiap lini, bisnis otomotif Astra membukukan laba bersih Rp 9,7 triliun, atau meningkat 8% dari sebelumnya Rp 9,03 triliun pada 30 September 2025. Jasa keuangan sebesar Rp 7,1 triliun, atau naik 6% dari sebelumnya Rp 6,7 triliun.
Selanjutnya, pertambangan dan alat berat Rp 5,06 triliun, atau turun 28% dari sebelumnya Rp 7,07 triliun pada 30 September 2025. Dan, unit bisnis lainnya Rp 2,5 triliun, atau 36% dibandingkan 30 September 2025 sebesar Rp 1,8 triliun.
“Pertumbuhan pada sebagian besar bisnis Astra diimbangi oleh kondisi yang menantang pada bisnis solusi pertambangan dan alat berat,” kata Rudy dalam keterangan resminya pada Rabu (28/10).
Meski menghadapi volatilitas pasar, kata Rudy, pihaknya tetap optimistis terhadap kekuatan bisnis inti perusahaan. Astra akan terus meningkatkan efisiensi operasional, menjaga posisi neraca, dan mengejar peluang pertumbuhan secara selektif.
“Astra akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sekaligus menciptakan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan,” ujar Rudy.