Danantara Sebut Laba Bersih Gabungan Perusahaan BUMN Capai Rp 214,9 T di Periode Ini

0
0
Reporter: Rommy Yudhistira

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) mencatat peningkatan laba bersih gabungan perusahaan BUMN sebesar Rp 214,9 triliun pada periode Januari-Agustus 2026. Jumlah tersebut naik 18,4% dari periode yang sama tahun lalu.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi penyumbang terbesar dengan peningkatan laba 427%. Kemudian, PT Pupuk Indonesia (Persero) 233%, dan PT Danareksa (Persero) 110%. Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) meningkat 48%, PT Pelindo 45%, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 35%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 16%.

Peningkatan kinerja BUMN, kata Dony, tidak terlepas dari pembenahan model bisnis, transformasi, restrukturisasi, dan penguatan tata kelola BUMN. Misalnya restrukturisasi, Danantara telah membenahi 1.074 perusahaan BUMN.

Dari jumlah itu, kata Dony, pihaknya membaginya menjadi beberapa kategori restrukturisasi. Ada lebih dari 200 perusahaan yang akan digabung, lalu 213 perusahaan akan dilikuidasi dan 280 perusahaan akan dilepas aset/sahamnya.

Tujuan penggabungan itu, kata Dony, untuk memastikan tidak ada lagi BUMN yang menjalankan bisnis sama, dan beroperasi dalam struktur berlapis. Pasalnya, strategi operasi tersebut menimbulkan biaya yang besar, dan justru menggerus kinerja perusahaan.

Baca Juga :   Hutama Karya Jabarkan Nilai Investasi 15 Ruas Tol di Trans Sumatra

“Jadi kuncinya bagaimana kita dapat meningkatkan kualitas perusahaan milik negara,” kata Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont, Jakarta, Senin (26/10) kemarin.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics