Perum Jasa Tirta II Dukung Ketahanan Pangan Nasional dengan Infrastruktur Sumber Daya Air
Perum Jasa Tirta II (PJT II) memiliki 3 bendungan, 72 bangunan air (bendung), 191 ruas saluran induk, dan 1.784 ruas saluran sekunder, yang berfungsi mendukung ketahanan pangan nasional.
Direktur Utama PJT II Imam Santoso mengatakan, operasional jaringan irigasi dikendalikan melalui 549 bangunan pada saluran induk. Kemudian, 2.680 bangunan air pada saluran induk, 460 pintu air pada saluran induk, hingga 2.513 pintu air pada saluran sekunder.
Imam pun memastikan seluruh pengaliran air irigasi tidak dipungut biaya, dan ditopang dengan infrastruktur sumber daya air yang masif di wilayah Sungai Citarum.
Hasil dari pasokan air yang disalurkan, kata Imam, pihaknya mampu menjaga produktivitas lahan pertanian dengan rata-rata hasil panen mencapai 5,85 ton padi per hektare (untuk 2 kali musim tanam per tahun).
Khusus untuk kawasan Citarum, lanjut Imam, PJT II mampu menunjang produksi beras sekitar 3,1 juta ton per tahun. Bila dilihat dari sisi nilai, PJT II berkontribusi terhadap putaran nilai ekonomi sebesar Rp 26,6 triliun per tahun.
“Pengoperasian puluhan bendung, ribuan ruas saluran, dan ribuan pintu air dari hulu hingga hilir ini kami lakukan tanpa memungut biaya air irigasi dari petani. Keandalan infrastruktur ini memastikan air mengalir tepat waktu dan tepat jumlah, sehingga tanah pertanian warga terairi secara optimal,” ujar Imam beberapa waktu lalu.
Masih kata Imam, PJT II akan terus melakukan pengawalan infrastruktur untuk menjaga stabilitas pangan nasional, sebagaimana yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita.
“Setiap tetes air dari Jatiluhur yang kami alirkan melalui ribuan pintu air ini berdampak langsung pada kepastian panen petani, stabilitas pasokan beras nasional, hingga keberadaan nasi di piring jutaan keluarga Indonesia,” ujarnya.