IFG Life Dorong Masyarakat untuk Memaknai Asuransi sebagai Layanan Perlindungan Jangka Panjang
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) terus mendorong masyarakat untuk memaknai sektor asuransi sebagai layanan yang memberikan perlindungan keuangan dalam jangka panjang. Pasalnya, hasil indeks literasi perasuransian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya 42,84% masyarakat yang memahami dengan baik manfaat asuransi.
Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi mengatakan, pihaknya berupaya agar inklusi keuangan dapat dimaknai lebih dari sekadar akses terhadap produk dan layanan keuangan. Inklusi keuangan juga mencakup beberapa hal yang dapat melindungi hidup dari risiko penyakit, kecelakaan, kehilangan penghasilan, meninggal dunia.
Gatot mengatakan, pihaknya menilai, tanpa persiapan yang memadai, kondisi tersebut berpotensi menggerus tabungan, dan mengganggu tujuan jangka panjang. Juga dapat memengaruhi rencana jangka panjang lainnya seperti pendidikan anak, menjaga kesehatan keluarga, hingga persiapan masa pensiun.
“Inklusi keuangan mencakup seberapa banyak masyarakat sudah dijangkau oleh layanan keuangan, bagaimana mereka memahami manfaat produk yang tersedia, dan mampu menentukan kebutuhan perlindungan yang sesuai,” kata Gatot dalam keterangan resminya pada Senin (26/10).
Di samping itu, kata Gatot, masyarakat juga perlu diberikan pemahaman mengenai perlindungan dari sisi asuransi. Tujuannya agar finansialnya tetap terjaga dengan baik.
“Proteksi bukan pengganti tabungan atau investasi. Perannya adalah membantu menghadapi dampak finansial saat risiko terjadi, sehingga masyarakat tidak harus menguras tabungan, menjual aset, atau mengorbankan tujuan hidup yang direncanakan,” ujar Gatot.
Sebagai perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan, kata Gatot, IFG Life menawarkan perlindungan yang komprehensif, dan sesuai kebutuhan masyarakat. IFG Life memiliki pilihan perlindungan seperti santunan penyakit kritis, dan solusi perencanaan pensiun.
Melalui produk itu, tambah Gatot, pihaknya berkomitmen untuk melindungi hal-hal yang berarti dalam kehidupan masyarakat. Dengan demikian perlindungan menjadi bagian dari perencanaan keuangan untuk membangun ketahanan finansial, dan menjaga kualitas hidup di setiap tahap kehidupan.
“Dengan begitu, akses yang sudah terbuka dapat membantu masyarakat mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat untuk melindungi diri dan keluarga,” katanya.