Hutama Karya Jabarkan Nilai Investasi 15 Ruas Tol di Trans Sumatra
Tangkapan layar, Dirut Hutama Karya Budi Harto
PT Hutama Karya (Persero) membeberkan nilai investasi pada masing-masing ruas jalan tol di Trans Sumatra kepada Komisi VI DPR saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 16 November 2022.
Investasi pada ruas-ruas tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2021, PMN 2022 periode I, PMN 2022 periode II, dan PMN 2023.
Berikut ini nilai investasinya:
- Medan – Binjai sebesar Rp3.214 miliar;
- Bakauheni – T Besar sebesar Rp15.905 miliar;
- TBPPKA sebesar Rp14.010 miliar;
- Palembang – Indralaya sebesar Rp3.397 miliar;
- Pekanbaru – Dumai sebesar Rp20.173 miliar;
- Binjai – Langsa sebesar Rp10.041 miliar;
- Indralaya – Muara Enjim sebesar Rp14.057 miliar;
- Kisaran – Indrapura sebesar Rp6.076 miliar;
- Kuala tanjung – Parapat sebesar Rp13.528 miliar;
- Penanjung – Bengkulu sebesar Rp4.302 miliar;
- Sigli – Banda Aceh sebesar Rp12.015 miliar;
- Sicincin – Padang sebesar Rp7.716 miliar;
- Pangkalan – Pekanbaru sebesar Rp9.645 miliar;
- Betung – Tempino – Jambi sebesar Rp24.283 miliar;
- Jc Pekanbaru – Bypass Pekanbaru sebesar Rp7.909 miliar.
Saat RDP, Dirut PT Hutama Karya Budi Harto juga memaparkan nilai investasi ruas jalan tol secara rata-rata untuk menjawab pertanyaan dari salah seorang anggota Komisi VI DPR. “Perkiraan nilai investasi jalan tol sebetulnya tergantung pada kondisi alam aslinya di sana, tapi secara rata-rata sekitar Rp150 miliar per kilometer,” ucap Budi Harto.
Tak hanya mengungkapkan nilai investasi, Hutama Karya juga menyampaikan keterlibatannya sebagai kontraktor di IKN. Keterlibatannya itu menangani satu ruas jalan tol yang saat ini masih dalam tahap persiapan. Terkait pendanaan kontraktor ini, tak ada investasi karena menggunakan biaya APBN dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).