Dorongan Menko Airlangga untuk Jakarta dengan Segala Macam Potensinya
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Fire Chat Kearney at 100/Dok. Ekon
Daerah adalah motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan infrastruktur, peningkatan daya saing investasi, dan pengembangan potensi ekonomi unggulan. Jakarta adalah salah satu yang memiliki peran strategis dengan potensi sebagai pusat jasa, keuangan, dan ekonomi digital berdaya saing global.
Dalam Fire Chat Kearney at 100, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan bahwa pengembangan infrastruktur transportasi perkotaan menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Pemerintah telah mendukung pembangunan transportasi massal seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk pengembangan konektivitas yang menghubungkan berbagai kawasan di Jakarta dan sekitarnya. Integrasi antarmoda diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat serta meningkatkan efisiensi aktivitas ekonomi.
“Jakarta itu sebetulnya tidak bisa lagi menjadi flat city. Jakarta itu harus menjadi kota yang naik ke atas semua. Dan kota yang naik ke atas, vertikal ini tentunya memudahkan masyarakat untuk bisa tinggal dekat dengan tempat kerjanya,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya.
Selain transportasi, Pemerintah juga mendorong pengembangan Jakarta sebagai pusat keuangan internasional dengan mempelajari praktik terbaik dari pusat keuangan global, yakni dengan rencana inisiatif international financial center yang diharapakan dapat membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui peningkatan investasi dan aktivitas jasa keuangan.
Dengan dukungan ekosistem yang kompetitif dan kepastian hukum, Jakarta diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan keuangan global.
Penguatan daya saing Jakarta juga perlu diiringi dengan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan. Penanganan sampah, pengendalian banjir, dan penyediaan infrastruktur dasar menjadi aspek penting untuk menciptakan kota yang layak huni (livable city). Di tingkat kawasan, penguatan konektivitas Jakarta dengan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) juga menjadi perhatian. Pengembangan sistem transportasi yang menghubungkan pusat kegiatan ekonomi dengan kawasan permukiman perlu disertai koordinasi kebijakan dan dukungan antardaerah. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi beban mobilitas harian masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan secara lebih merata.
Sektor pariwisata turut menjadi salah satu potensi yang dapat dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jakarta. Peningkatan daya tarik destinasi, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional, serta penguatan konektivitas dan akomodasi dapat mendukung pertumbuhan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan sektor usaha terkait.
Pada pengembangan ekonomi digital juga menjadi salah satu aspek penting yang harus didukung oleh ketersediaan infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia yang kompeten. Pertumbuhan pusat data di kawasan sekitar Jakarta menunjukkan besarnya peluang Indonesia dalam memanfaatkan perkembangan teknologi global. Penguatan ekosistem digital perlu didukung oleh kolaborasi antara Pemerintah, dunia usaha, serta perguruan tinggi sebagai sumber talenta dan inovasi.
Upaya memperkuat daya saing daerah juga perlu berjalan seiring dengan perluasan akses pasar internasional bagi produk Indonesia. Pemerintah saat ini terus mendorong penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan, termasuk Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), guna memperluas akses pasar dan meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha. Kerja sama perdagangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi industri nasional untuk terhubung dengan rantai nilai global.