AHI Cetak Penjualan Bersih Rp 6,9 T pada Januari-September 2026
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI) membukukan penjualan bersih Rp 6,9 triliun pada periode Januari-September 2026. Angkanya meningkat 8,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur AHI Gregory S. Widjaja mengatakan, pihaknya pun membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 604,7 miliar, naik 25,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kemudian, AHI mencetak pertumbuhan penjualan toko yang sama (SSSG) sebesar 2,4% secara tahunan (yoy). Kinerja itu didukung dari operasional toko di wilayah Jakarta, dan luar Jawa, sementara wilayah Jawa (di luar Jakarta), masih relatif stabil.
“Pertumbuhan kinerja perseroan didukung oleh peningkatan produktivitas toko yang ada, efisiensi operasional, serta inisiatif pemasaran yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, seperti kegiatan berbasis komunitas dan program promosi,” kata Gregory dalam keterangan resminya pada Senin (1/11).
Dari sisi modal, kata Gregory, pihaknya telah merealisasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 144,8 miliar, atau 32%-36% dari total belanja modal 2026. Realisasi anggaran tersebut digunakan untuk ekspansi jaringan, dan pembaruan konsep toko.
AHI, kata Gregory, memiliki 282 toko AZKO, dengan pembukaan 19 toko baru sepanjang 9 bulan pertama 2026. Pada kuartal ketiga, AZKO memperluas jaringan ke 5 lokasi baru yakni Tomohon, Baubau, Bengkalis, Jepara, dan Mamuju. Sedangkan NEKA, mencapai 31 toko, termasuk 21 toko yang baru dibuka sepanjang tahun ini.
Masih kata Gregory, AHI mengintegrasikan prinsip tata kelola perusahaan ke dalam sustainability ambition 2030. Adapun sustainability ambition 2030 terdiri atas 4 pilar utama yakni, people, environment, business, dan good corporate governance.
Penerapan prinsip-prinsip itu, kata Gregory, menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menjaga kualitas tata kelola, dan kepercayaan pemangku kepentingan.
“Seiring dengan pertumbuhan dan meningkatnya kompleksitas bisnis, penerapan tata kelola yang kuat membantu perseroan memastikan setiap keputusan strategis mempertimbangkan risiko dan kepentingan jangka panjang,” ujarnya.