Bukit Asam Bukukan Laba Bersih Rp 4,41 T Sepanjang Januari-September 2026, Naik 32% YoY

0
8
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membukukan laba bersih sebesar Rp 4,41 triliun pada periode Januari-September 2026. Angka tersebut naik 32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,3 triliun.

Direktur Utama Bukit Asam Bambang Ismawan mengatakan, pihaknya juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 35,20 triliun hingga akhir September 2026. Angka ini naik 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 31,33 triliun.

Pertumbuhan itu, kata Bambang, didorong dari kenaikan harga jual rata-rata sebesar 18% secara tahunan (yoy). Peningkatan harga jual, sejalan dengan penguatan harga batu bara global yang tercermin dalam indeks Newcastle dan ICI-3 masing-masing sebesar 25%, dan 26% secara yoy.

Meski mengalami penurunan volume penjualan sebesar 4%, kata Bambang, penguatan harga jual mampu mendongkrak kinerja perusahaan selama 9 bulan pertama di 2026.

“Di tengah dinamika industri batu bara dan tantangan operasional sepanjang tahun 2026, PTBA berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga kuartal III 2026,” kata Bambang dalam keterangan resminya, Senin (1/11).

Baca Juga :   LPEI Berikan Pembiayaan Ekspor Pesawat ke Nepal dan Senegal

Masih soal kinerja, kata Bambang, Bukit Asam mencatat beban pokok pendapatan sebesar Rp 27,94 triliun, meningkat 1% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Kenaikan dipengaruhi lonjakan harga bahan bakar sebesar 36% secara yoy, yang berdampak pada biaya operasional penambangan, dan pengangkutan batu bara.

Meski demikian, kata Bambang, kenaikan biaya bahan bakar dapat diimbangi dengan penurunan stripping ratio dari 5,98 menjadi 5,59. Dan, penurunan volume produksi dan angkutan batu bara masing-masing 4%, dan 10% secara yoy.

Kondisi itu, lanjut Bambang, mempengaruhi beban pokok pendapatan sepanjang periode berjalan. Selanjutnya, Bukit Asam akan terus memperkuat efisiensi di seluruh rantai bisnis, dan mengoptimalkan peluang pasar domestik, serta ekspor.

Di samping itu, kata Bambang, pihaknya memastikan pengembangan infrastruktur logistik dapat segera berjalan. “Pencapaian ini didukung oleh pemulihan produksi yang semakin baik pada kuartal III, optimalisasi bauran penjualan dengan memanfaatkan momentum penguatan harga batu bara, serta pengelolaan biaya dan operasional yang disiplin,” ujar Bambang.

Leave a reply

Iconomics