Eastspring Indonesia Raih Peringkat idMIA-1 dari Pefindo
PT Eastspring Investments Indonesia meraih peringkat idMIA-1 (Superior) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat itu masuk dalam kategori tertinggi dalam skala penilaian manajer investasi Pefindo.
Presiden Direktur Eastspring Indonesia Sulystari Rizal mengatakan, 3 reksa dana Eastspring Indonesia juga mendapatkan peringkat kualitas kredit  tertinggi dari Pefindo. Adapun reksa dana yang dimaksud yakni Eastspring IDR Fixed Income Fund, Eastspring Syariah Fixed Income Amanah memperoleh peringkat idAAA(f)/S2, dan Eastspring Syariah Money Market Khazanah memperoleh peringkat idAAA(f).
Sulystari mengatakan, pertumbuhan jumlah investor reksa dana di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Luasnya akses masyarakat terhadap produk investasi juga mencerminkan bahwa pertumbuhan tersebut semakin terasa manfaatnya untuk publik.
“Kepercayaan investor dibangun melalui transparansi dan pengelolaan investasi yang bertanggung jawab. Kami meyakini bahwa masyarakat perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai manajer investasi, maupun produk reksa dana sebelum mengambil keputusan investasi,” kata Sulystari dalam keterangan resminya pada Jumat (30/10).
Selain itu, lanjut Sulystari, penilaian yang dilakukan Pefindo sejalan dengan komitmen Eastspring untuk mengedepankan transparansi, tata kelola, dan kualitas pengelolaan investasi. Penilaian itu pun  bisa menjadi referensi tambahan bagi masyarakat dalam memahami manajer investasi, dan produk reksa dana.
“Penilaian independen ini diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan bagi masyarakat dalam memahami kualitas pengelolaan dana serta karakteristik produk reksa dana,” tambah Sulystari.
Dari sisi produk, kata Sulystari, 3 produk reksa dana tersebut memiliki fokus investasi yang berbeda. Misalnya, produk Eastspring IDR Fixed Income Fund adalah reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia, dan korporasi.
Eastspring Indonesia, kata Sulystari, berharap hasil penilaian independen dapat menjadi salah satu referensi tambahan bagi masyarakat dalam mengambil keputusan investasi secara lebih bijak, terukur, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing investor.
Sejalan dengan penguatan bisnis, ujar Sulystari, pihaknya mencatat total dana kelolaan (AUM) sebesar Rp 75,02 triliun hingga akhir September 2026. Jumlahnya meningkat 2,92% atau sekitar Rp 2,13 triliun dibandingkan Rp 72,89 triliun pada akhir Desember 2025.
“Kami akan terus memperkuat kapabilitas investasi, tata kelola, serta kualitas layanan untuk menjaga kepercayaan nasabah dan mitra distribusi, sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri investasi yang semakin transparan dan terpercaya,” ujarnya.