Amankan Ketersediaan Vaksin, Indonesia Resmi Ajukan 108 Juta Vaksin Gratis GAVI COVAX

0
331

Pemerintah Indonesia terus mengamankan pasokan vaksin Covid-19. Terbaru, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menandatangani formulir B dari GAVI-COVAX Facility, setelah sebelumnya formulir bagian A sudah diteken pada 7 Desember 2020 lalu.

Ada pun formlir bagian A berisi hal-hal teknis terkait dengan informasi umum, rencana target vaksinasi, cost sharing, karakter vaksin, peraturan tentang Safety & Preparedness, serta kapasitas dan logistik rantai dingin.

GAVI- COVAX merupakan kerjasama pengembangan vaksin antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Aliansi Vaksin Dunia (GAVI).  Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Saikin  mengatakan penandatanganan formulir B untuk  GAVI-COVAX Facility ini dilakukan agar Indonesia bisa memperoleh akses atas maksimal 108 juta dosis vaksin gratis dari konsorsium tersebut.

Budi mengatakan sejauh ini Indonesia sudah memiliki komitmen pasti sebanyak 225 juta dosis vaksin yaitu 125 juta dosis dari Sinovac, 50 juta dosis dari AstraZeneca dan 50 juta dosis dari Novavax.

“Dengan adanya potensi dari Pfizer yang insyaallah dalam waktu dekat kita bisa tandatangani dan juga adanya potensi 108 juta dosis dari GAVI ini, insyaallah akan cukup jumlah vaksin bagi 181 juta rakyat Indonesia,” ujar Budi saat konferensi pers, Kamis (7/1).

Baca Juga :   Sentra Vaksinasi Tugu Insurance dan Highscope Targetkan 2.000 Orang

Budi mengatakan 108 juta dosis vaksin dari konsorsium GAVI COVAX akan diperoleh secara gratis. “Jadi pemerintah Indonesia tidak mengeluarkan biaya  untuk pengadaan vaksin ini,” tegasnya.

Bila semua proses pengadaan vaksin sudah selesai, Budi menambakan, Kementerian Kesehatan akan fokus ke proses logistik dari vaksin dan fase vaksinasinya sendiri yang juga tidak kalah pentingnya.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan dengan adanya penandatanganan formulir B ini, ada kepastian bagi Indonesia untuk mendapatkan salah satu sumber vaksin yaitu yang dikembangkan oleh COVAX Facility dan GAVI.

Sri Mulayani mengatakan dalam APBN 2021, anggaran untuk pengadaan vaksin dan vaksinasi mencapai Rp73 triliun. “Adanya vaksin dari COVAX ini tentu akan banyak membantu dari kemampuan anggaran kita untuk bisa memenuhi kebutuhan program vaksinasi ini,” ujarnya.

 

 

Leave a reply

Iconomics