Komunikasi Perusahaan, Tak Hanya Membangun Reputasi, Tetapi Juga Berdampak pada Bisnis
Hery Kurniawan, Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia/Theiconomics
Salah satu tantangan bagi praktisi komunikasi perusahaan saat ini adalah bagaimana kegiatan kehumasan yang dilakukan tidak hanya berdampak positif dalam membangun reputasi perusahaan, tetapi lebih dariĀ itu kegiatan komunikasi yang dilakukan juga memiliki dampak pada bisnis perusahaan.
Hery Kurniawan, Bendahara Umum Badan Pengurus Pusat Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia mengatakan tantangan yang dihadapi praktisi humas di setiap perusahaan atau lembaga memang berbeda-beda.
Di sektor swasta, menurutnya, dulu peran dan fungsi humas itu lebih kepada bagaimana membangun reputasi perusahaan. Tetapi sekarang skalanya sudah naik lagi yaitu praktisi humas tidak hanya membangun reputasi atau image perusahaan, lebih dari itu bagaimana kegiatan yang dilakukan oleh humas itu juga berdampak terhadap bisnis.
“Ini mungkin adalah tantangan yang sama yang dihadpai oleh teman-teman di BUMN bahwa tidak hanya mempertahankan, meningkatkan reputasi dari BUMN tetapi juga lebih dari itu bagaimana kita sebagai praktisi PR/komunikasi juga ikut bisa memberikan kontribusi terhadap perkembangan bisnis di suatu perusahaan,” ujar Hery dalam seminar BUMN ‘Building Brand Equity Through Corporate Communication’ yang diadakan oleh Theiconomics, Selasa (12/10).
Hery mengatakan komunikasi perusahaan memiliki peranan yang sangat penting dalam membangun brand image perushaan tanpa melalui iklan (non advertisement). Menurutnya, praktik komunikasi perusahaan yang dilakukan oleh perusahaan BUMN di Indonesia sudah menjadi acuan (benchmark) bagi praktisi komunikasi di sektor swasta di Indonesia.
“Kita melihat bahwa BUMN sudah cukup pantas dan berani dan juga mungkin sudah mampu untuk bersaing, tidak hanya di tingkat domestik tetapi juga di tingkat internasional,” ujar pria yang menjadi praktisi komunikasi di bank swasta ini.