Xendit Dorong Kepemimpinan Perempuan untuk Wujudkan Kesetaraan Gender di Industri Fintech

0
202

Perusahaan infrastruktur pembayaran digital Xendit menyoroti pentingnya kepemimpuan perempuan dalam industri teknologi finansial (fintech) di Indonesia. Data menunjukkan bahwa kepemimpian perempuan dalam indistri ini masih minim, padahal perempuan memiliki keunggulan yang sama dengan laki-laki di sektor keuangan.

Berdasarkan data AFTECH pada 2023, hanya ada 16% perempuan dari keseluruhan Chief Executive Officer (CEO) di perusahaan fintech di Indonesia. Perempuan yang masuk sebagai founder fintech di Indonesia pun hanya mencapai 22,7%.  Sementara survei AFTECH menunjukkan 39,23% transaksi fintech disumbang dari kalangan perempuan.

“Kita harus mendukung potensi kepemimpinan perempuan, dengan mendorong terwujudnya kesetaraan gender terutama di industri fintech Indonesia. Untuk mewujudkan inklusi bagi perempuan dan gender equality di industri ini perlu dukungan support system dari keluarga maupun masyarakat. Kita juga harus mengubah persepsi, yakin bahwa perempuan layak dan mampu menjadi pemimpin di bidang apapun. Meningkatkan peran perempuan dan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan sangatlah penting bahkan terbukti mampu meningkatkan GDP global hingga US$ 5 triliun “ujar Chief Operating Officer Xendit, Tessa Wijaya dalam diskusi “Unleashing Women’s Leadership Potential: Advancing Gender Equality in Indonesia’s Fintech Industry”, Kamis, 23 November 2023.

Diskusi tersebut merupakan bagian dari  Bulan Fintech Nasional (BFN) 2023, 11 November hingga 12 Desember 2023.  Xendit merupakan salah satu perusahaan fintech yang berperan aktif mendukung terlaksananya Bulan Fintech Nasional 2023.

Baca Juga :   Xendit Mendukung Kemudahan Proses Pembayaran untuk Pelanggan Quick Commerce Astro

Melalui diskusi dengan tema “Unleashing Women’s Leadership Potential: Advancing Gender Equality in Indonesia’s Fintech Industry”, Xendit berupaya memberikan pemahaman tentang pentingnya kesetaraan gender dan peran kepemimpinan perempuan dalam industri fintech serta berbagi strategi efektif untuk mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di sektor fintech.

Selain Chief Operating Officer Xendit, Tessa Wijaya, diskusi ini juga menghadirkan beberapa pembicara lainnya yaitu Sophia Wattimena, Ketua Dewan Audit OJK;  Lily M. Sambuaga, Wakil Ketua Umum I AFTECH dan Elwyn Panggabean, Director Advisory Services for Southeast Asia Women’s World Banking.

Sophia Wattimena menyebut indeks inklusi dan literasi keuangan perempuan terus bertumbuh. Pada 2022, tingkat inklusi keuangan perempuan mencapai 83,88% dibandingkan pada 2019 sebesar 75,15%. Tingkat literasi keuangan perempuan mencapai 50,33% pada 2022, naik dibandingkan posisi 2019 sebesar 36,13%. Bahkan literasi keuangan perempuan pada 2022 mengalahkan tingkat literasi keuangan laki-laki yang berkisar 49,05%.

“Perempuan memiliki kompetensi yang tidak kalah dengan laki-laki. Hasil survey OJK menyebut bahwa perempuan memiliki keunggulan yang sama namun dari sisi kepercayaan diri masih kurang. Dari segi penguasaan teknologi dan knowledge sudah setara hanya perlu kepercayaan diri, berani ambil keputusan, lebih komunikatif dan memiliki iklim suportif agar bisa menjadi pemimpin di era digital,” papar Sophia.

Baca Juga :   Tren Sistem Pembayaran Digital 2021: eWallet dan Virtual Account Paling Banyak Digunakan

Hal senada juga dipaparkan Lily M. Sambuaga, yang menekankan pentingnya meningkatkan inklusi keuangan dan literasi digital untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam kepemimpinan di era digital.

“AFTECH meyakini bahwa fintech bisa menjadi garda terdepan untuk meningkatkan inklusi keuangan dalam masyarakat. Ini karena Indonesia yang sangat luas dengan 67 % penduduknya memiliki akses terhadap handphone dan teknologi untuk mengakses fintech dalam keseharian mereka. Selain itu penetrasi internet di Indonesia dilakukan dengan kebiasaan masyarakat yang mobile first sehingga masyarakat terkoneksi internet melalui handphone dan fintech ada di situ. Disinilah diperlukan peran perusahaan fintech untuk menjadi tonggak utama peningkatan literasi digital maupun inklusi keuangan dengan cara mengedukasi masyarakat,” ungkap Lily.

Sebagai penutup diskusi, Elwyn Panggabean mengajak masyarakat untuk memahami pentingnya kesetaraan gender dan memberikan peluang yang sama dan dukungan kepada perempuan untuk menjadi pemimpin.

”Potensi dan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja perlu terus ditingkatkan. Disisi lain, potensi pasar dari segmen perempuan juga besar. Mendengarkan suara, memahami hambatan dan memberikan dukungan kepada perempuan penting untuk keberhasilan usaha. Keberagaman dan kesetaraan gender dalam institusi termasuk perusahaan fintech, akan meningkatkan inovasi untuk pertumbuhan usaha, juga akan menghasilkan strategi bisnis dan layanan fintech yang lebih baik dan inklusif,” pungkasnya.

Baca Juga :   Alto Network Berkolaborasi dengan Xendit dan Finnet Mendorong Implementasi QRIS MPM

Selama berlangsungnya The 5th Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2023, Xendit membuka Gerai Pusat Informasi untuk membantu menyediakan solusi bagi para pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya. Melalui Bulan Fintech Nasional 2023, para pelaku industri fintech termasuk Xendit mengajak masyarakat untuk memeriahkan kampanye digital #SiPalingFintech yang merupakan kampanye meningkatkan antusiasme publik dengan mengajak masyarakat luas berperan aktif menjadi individu yang memahami fintech sehingga dapat memberikan pengaruh yang positif kepada lingkungan sekitarnya untuk mengenal, memanfaatkan dan menggunakan ragam produk dan layanan fintech dalam mendukung aktivitas sehari-hari dan mendorong digitalisasi di Indonesia.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics