Komitmen Menteri Tenaga Kerja untuk Penyandang Disabilitas, Dorong Balai Pelatihan Kerja Menjadi Medium Kolaborasi
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli berkomitmen untuk tingkatkan kompetensi penyandang disabilitas/Dok. Kemnaker
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen untuk memperkuat akses kerja bagi penyandang disabilitas. Kailnya dengan peningkatan kompetensi, penguatan program pelatihan, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha.
Menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, penguatan kompetensi menjadi kunci agar penyandang disabilitas memiliki daya saing dan mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja.
“Isu paling penting yang sedang diperjuangkan saat ini adalah pelatihan dan pembekalan terkait penyandang disabilitas agar mereka memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” kata Yassierli.
Saat mengunjungi Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari, Sulawesi Tenggara, Menaker menegaskan BPKK Kendari memiliki peran strategis karena membawahi wila yah kerja yang luas.
BPKK Kendari akan menyelenggarakan kegiatan strategis di Makassar yang mempertemukan sekitar 50 perusahaan yang berkomitmen mempekerjakan penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif.
Balai tidak hanya berfungsi sebagai penyelenggara pelatihan, tetapi juga sebagai motor penggerak kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Balai ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga motor penggerak kolaborasi untuk masyarakat di wilayah kerjanya melalui berbagai tugas dan fungsi yang maksimal,” katanya.
Menaker juga meminta seluruh balai di lingkungan Kemnaker, baik Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) maupun BPKK, agar semakin proaktif menghadirkan program-program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam dunia kerja.