10 Negara dengan FDI Terbesar Sepanjang 2020
Ilustrasi uang/Antara
JermanĀ
Meski mengalami penurunan, arus FDI jerman pada tahun 2020 masih cukup tinggi dimana data OECD menyebutkan arus masuk FDI sebesar US$35,57 miliar di tahun 2020 menurun dari US$54,06 miliar di tahun 2019. Menurut data terbaru yang tersedia dari UNCTAD, pada tahun 2020 arus masuk FDI ke Jerman turun 61% meskipun ada peningkatan operasi M&A lintas batas, yang sebagian besar disebabkan oleh wabah pandemi Covid-19. Jerman merupakan negara yang dianggap berpotensi tinggi dalam FDI. Akan tetapi, selain dampak pandemi yang baru-baru ini terjadi, resesi global, dan krisis Zona Euro telah menghambat masuknya FDI ke Jerman dalam beberapa tahun terakhir. FDI di Jerman sebagian besar berasal dari Belanda, Luxemburg, AS, Swiss dan Inggris.
Bank Dunia memberi peringkat Jerman ke-22 naik 2 peringkat dari tahun sebelumnya dari 190 negara dalam laporan āDoing Business 2020ā. Ā
Irlandia
Irlandia adalah negara yang berpotensi besar untuk investasi. Akan tetapi arus masuk FDI sangat tidak stabil karena Irlandia bergantung pada aktivitas perusahaan multinasional besar yang ada di negara tersebut. Menurut OECD, arus masuk FDI menurun drastis, dari US$81,10 miliar pada 2019 menjadi US$33, 34 miliar pada 2020. Amerika Serikat sejauh ini merupakan investor terbesar di Irlandia, diikuti oleh Luxemburg, Swiss dan Inggris. Arus FDI terutama menargetkan manufaktur, intermediasi keuangan, TI dan layanan administrasi. Terlepas dari pandemi Covid-19 yang menyebabkan aliran FDI menurun di sebagian besar negara, menurut UNCTAD Investment Trends Monitor aliran FDI ke Irlandia terus meningkat hingga mencapai US$75 miliar selama paruh pertama tahun 2020.
Iklim bisnisnya mendukung, karena negara ini menempati peringkat ke-24 dari 190 negara dalam laporan āDoing Business 2020ā dari Bank Dunia. Namun, peringkat tersebut turun 7 peringkat dibandingkan dengan peringkat sebelumnya.
Halaman Berikutnya