Bagaimana Bobobox Tetap Eksis di Tengah Keterpurukan Sektor Pariwisata?
CEO Bobobox, Indra Gunawan/ist
Asset-light Company
Model bisnis yang dikembangkan oleh Bobobox sebenarnya mirip dengan yang dijalankan oleh perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi di sektor perhotelan (virtual hotel operator/VHO), seperti AirBnB (Amerika Serikat), Airy (Indonesia), RedDoorz (Singapura) dan OYO (India). Perusahaan-perusahaan ini mengalami keterpurukan selama pandemi. Airy bahkan sudah mengumumkan ditutup permanen.
Seperti perusahaan-perusahaan rintisan VHO tersebut, Bobobox juga menyediakan solusi berbasis teknologi. Properti, baik itu tanah maupun bangunan, merupakan milik pihak lain yang dikerjasamakan dengan konsep ekonomi berbagai (sharing economy). Indra mengatakan Bobobox memang menjadi asset-light company. Ini merupakan sebuah model bisnis dimana perusahaan tidak memiliki banyak aset berbentuk fisik seperti tanah dan bangunan. Di sektor transportasi, model asset-light company ini dijalankan oleh GoJek atau Grab, dimana mereka tidak memiliki armada sendiri.
Indra mengatakan untuk Bobohotel, Bobobox hanya mengoptimalkan unuse space yang ada, apakah itu gedung bekas, ruko, bekas gudang, bekas kantor, dan lainnya. Untuk Bobohotel ini, Bobobox bahkan bekerja sama dengan sejumlah korporasi besar, seperti PT Pos Indonesia dan PT Telkom Indonesia. Untuk Bobocabin di Cikole dan Ranca Upas, Bobobox bekerja sama dengan Perhutani. “Kita melihat prospeknya sangat bagus ke depannya, karena banyak sekali korporat-korporat yang mempunya unuse space seperti ini,” ujarnya.
Dalam kemitraan dengan pemilik properti, Indra mengatakan ada tiga model kerja sama yang dilakukan selama ini. Pertama, model sewa lahan pemilik properti. Kedua, model profit sharing dimana lahan disediakan secara gratis, tetapi hasil yang diperoleh dibagikan secara proposional. Model ketiga adalah joint venture dimana pemilik properti juga ikut berinvestasi (coinvestment). Model yang paling banyak dilakukan selama ini adalah investasi bersama (coinvestment) dan profit sharing.
Halaman Berikutnya