Semester I 2025, Realisasi Investasi di Indonesia Capai Rp942,9 Triliun

0
98

Kementerian Investasi dan Hilirisasi menyampaikan selama semester I 2025, realisasi investasi mencapai Rp942,9 triliun, tumbuh 13,6% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan realisasi investasi tersebut merupakan 49,5% dari target sebesar Rp1.905,6 triliun pada tahun ini.

“Yang paling penting yang ingin saya highlight adalah penyerapan tenaga kerjanya. Ini tepatnya 1.259.868 orang. Ini adalah tenaga kerja yang tercipta dari 6 bulan pertama di 2025,” kata Rosan dalam konferensi pers, Selasa (29/7).

Dari realisasi investasi Rp942,9 triliun, sebesar Rp 432,6 triliun atau 45,9% adalah Penanaman Modal Asing (PMA) dan Rp 510,3 triliun atau 54,1% adalah Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Dari segi wilayah, Rp 466,9 triliun atau 49,5% investasi tersebut dilakukan di Jawa, sementara Rp 476,0 triliun atau 50,5% dilakukan di luar Jawa.

Dari sisi negara, lima negara dengan realisasi investasi terberbesar adalah Singapura (US$8,8 miliar), Hongkong (US$4,6 miliar), Tiongkok (US$3,6 miliar), Malaysia (US$1,7 miliar) dan Jepang (US$1,6 milliar).

Baca Juga :   Gerakan Solidaritas Nasional: Sebuah Tantangan Melembagakan Relawan Politik

Khusus untuk kuartal II, ada tren peningkatan investasi dari Amerika Serikat. Dengan realisasi investasi mencapai US$0,8 miliar pada periode tersebut, Negeri Paman Sam ini masuk dalam jajaran lima negara dengan realisasi investasi yang terbesar. 

Rosan mengatakan, kesepakatan tarif antara Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat beberapa waktu lalu diharapkan akan mendongkrak investasi dari Amerika Serikat ke Indonesia.

“Karena  beberapa barang kita yang memang tujuan utamanya itu ke AS, seperti garmen, alas kaki, ini menjadi lebih kompetitif. Karena kita ketahui bersama, tarif yang kita dapat adalah 19%. Bandingkan misalnya dengan negara pesaing kita di produk alas kaki, garmen, seperti Pakistan, Banglades, mereka kena kurang lebih 35%. Sedangkan ekspor kita didominasi oleh garmen, alas kaki dan tekstil. Jadi, tentu itu akan memberikan dampak yang positif juga kepada Indonesia dan kita harapkan transfer teknologi akan terus berjalan,” ujar Rosan.

Leave a reply

Iconomics