Spekulasi Pemotongan Fed Rate, Sinyal Bullish Emas

0
58

Dupoin Futures Indonesia menyebut ada sinyal bullish harga emas. Harga emas menguat sedikit pelaku pasar melihat kemungkinan Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan mendatang.

Spekulasi tersebut kian menguat setelah revisi data Nonfarm Payrolls (NFP) Mei–Juni menunjukkan angka pekerjaan lebih lemah dari perkiraan, berhasil menggerakkan XAU/USD ke level US$3.381 per troy ounce naik sekitar 0,20% dari penutupan sehari sebelumnya.

Kemungkinan penunjukan Gubernur The Fed baru oleh Presiden AS Donald Trump juga dipandang dapat mempercepat langkah pelonggaran moneter.

Analis dari Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha menyoroti sinyal bullish yang masih hidup pada grafik XAU/USD dan mencatat bahwa pola candlestick harian diiringi Moving Average (MA) jangka pendek yang terus menanjak menunjukkan tren kenaikan masih berpeluang berlanjut.

“Catat level US$3.389 sebagai target resistance pertama,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan apabila koreksi menekan dan membuyarkan tekanan beli, support di sekitar US$3.353 menjadi area kunci yang harus dipertahankan agar momentum positif tidak tergerus. Hal tersebut dipandang dari sisi teknikal.

Baca Juga :   Saham Rakyat Tingkatkan Brand Awareness Lewat Lomba Trading

Faktor fundamental semakin mengokohkan prospek bullish emas. Pasar kini menilai ada peluang 92% bahwa The Fed akan melakukan pemotongan suku bunga pada September mendatang, setelah revisi NFP bulan Juli mengejutkan banyak pihak. Data ISM terbaru juga mengindikasikan perlambatan sektor jasa pada Juli, sementara defisit perdagangan AS menyusut pada Juni, menambah alasan bagi The Fed untuk meredam biaya pinjaman. Di tengah itu, langkah Presiden Trump membuka ruang bagi calon pengganti Ketua Fed bisa menjadi katalis tambahan. Sementara itu, paket tarif impor yang akan berlaku mulai 7 Agustus diprediksi rata-rata mencapai 18,3% menurut Yale Budget Lab memberi sentimen bahwa emas tetap menjadi lindung nilai utama.

Dinamika pasar global turut memengaruhi pergerakan bullion. Indeks MSCI All-Country World berhasil memutus rentetan enam hari penurunan, sedangkan MSCI Asia Pasifik naik sekitar 0,6%. Di Jepang, Nikkei 225 melaju dengan tambahan 280 poin, sementara indeks saham Eropa STOXX 50 dan STOXX 600 masing-masing menguat 0,4%. FTSE 100 pun bergerak dekat rekor tertingginya di 9.150. Sementara di AS, Indeks Dolar (DXY) sempat menguat tipis ke 98,91—menambah beban pada emas—namun aksi beli di Wall Street tetap agresif: S&P 500 melonjak 1,5%, Dow Jones naik 585 poin, dan Nasdaq Composite menguat 1,9%.

Leave a reply

Iconomics