Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Butuh Tenaga Investasi, Penting Kredibilitas & Kesehatan APBN dan Danantara

0
17

Indonesia membutuhkan investasi yang besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional lebih tinggi. Dalam kebutuhan tersebut, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran sebagai fiscal enabler. Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung kegiatan prioritas pembangunan sekaligus menciptakan kondisi yang mendorong dunia usaha dan investasi.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi membutuhkan investasi yang lebih kuat. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% pada 2027, investasi perlu tumbuh sekitar 7%. Oleh karena itu, diperlukan sinergi berbagai elemen dalam perekonomian, termasuk APBN, Danantara, dan sektor swasta, untuk mendorong investasi dan memperbesar kapasitas ekonomi.

“Untuk tahun depan kita memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 6%, dengan investasi yang perlu tumbuh di sekitar 7%. Kalau bisa lebih. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) yang sangat besar. Karena itu kemudian berbagai macam elemen di dalam pembangunan kita harus bersinergi, harus bekerja sama,” kata Menkeu dalam Antara Business Forum 2026 di Jakarta.

Menurut Menkeu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya ditentukan oleh belanja pemerintah. APBN perlu diarahkan pada titik-titik strategis yang dapat memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian, termasuk melalui dukungan terhadap konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor.

Baca Juga :   Hutama Karya Tegaskan Implementasi KIP untuk Memperkuat Reputasi dan Kinerja BUMN Konstruksi

Pada semester I tahun 2026, pertumbuhan investasi tercatat sebesar 6,87%. Angka tersebut menunjukkan perkembangan positif, tetapi peningkatan investasi tetap diperlukan untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Pemerintah mendorong penguatan peran Danantara sebagai investment catalyst untuk mempercepat investasi. Danantara diharapkan dapat mengombinasikan kemampuan negara melalui badan usaha milik negara dengan peran sektor swasta dalam mendukung investasi strategis.

Sektor swasta tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan melalui investasi, pengembangan usaha, dan penciptaan aktivitas ekonomi.

Sinergi antara APBN, Danantara, dan sektor swasta tersebut diarahkan untuk mendukung program-program prioritas, antara lain ketahanan energi, ketahanan pangan, hilirisasi sumber daya alam, serta industrialisasi.

Pemerintah juga mengidentifikasi sejumlah sektor yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, seperti infrastruktur digital, elektrifikasi, sumber daya alam, manufaktur bernilai tambah tinggi, industri hulu strategis, ketahanan pangan, dan energi terbarukan. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan domestik yang kuat dan berpotensi terus berkembang seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Untuk mendukung pengembangan sektor prioritas tersebut, diperlukan berbagai faktor pendukung, antara lain peningkatan kualitas modal manusia dan produktivitas, penguatan infrastruktur dasar dan konektivitas, efektivitas kelembagaan, kepastian regulasi, stabilitas makroekonomi, serta dukungan pembiayaan dan sektor keuangan yang kompetitif.

Baca Juga :   Wamen BUMN: PMN untuk HK di 2024 Hanya Rp 6,1, Waskita Karya Rp 12,5 T

Penguatan investasi juga berjalan seiring dengan upaya menjaga kredibilitas dan kesehatan APBN. Dalam RAPBN 2027, Pemerintah merancang defisit anggaran sebesar 2,4% terhadap PDB. Pada saat yang sama, belanja negara dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas modal manusia, produktivitas, kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, dan konektivitas infrastruktur.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics