BNC Bukukan Laba Bersih Setelah Pajak Rp 430,98 M Sepanjang Januari-September 2026

0
10
Reporter: Rommy Yudhistira

PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 430,98 miliar pada Januari-September 2026. BNC juga mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp 1,69 triliun hingga September 2026.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BNC Adrian Soewardjo mengatakan, pihaknya juga mencetak pendapatan berbasis komisi sebesar Rp 90,55 miliar, naik 5,67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 85,69 miliar.

Dari sisi neraca, kata Adrian, BNC mencatat total aset sebesar Rp 17,19 triliun per September 2026. Sementara dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 11,86 triliun. Dana giro dan tabungan (CASA) meningkat 1,33% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 3,92 triliun, dengan rasio CASA 33,05%, dari sebelumnya 28,40%.

“Strategi pertumbuhan yang kami jalankan saat ini bukan semata-mata mengejar peningkatan skala bisnis, melainkan memastikan bahwa setiap aktivitas usaha memberikan kontribusi yang sehat bagi perseroan,” kata Adrian dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11).

Dari sisi efisiensi, lanjut Adrian, BNC mencatat rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 81,77% dibandingkan 82,81% pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) dari 31,59% menjadi 31,45%.

Baca Juga :   Kementerian Keuangan: Tak Ada Relaksasi Pajak untuk Dongkrak Penjualan Mobil Tahun Ini

Perbaikan kedua indikator tersebut, kata Adrian, mencerminkan upaya BNC dalam mengoptimalkan produktivitas operasional. Untuk aset, rasio kredit bermasalah (NPL) gross mengalami perbaikan dari sebelumnya 2,92% menjadi 2,78% pada akhir September 2026. Adapun NPL nett tercatat sebesar 0,27%,

Selanjutnya, rasio kecukupan modal (CAR), kata Adrian, mencapai 53,40%, naik dari 46,73% pada periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan hal itu, BNC membukukan modal inti sebesar Rp 4,35 triliun, naik 10,41% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,94 triliun.

Masih soal kinerja, kata Adrian, BNC mencetak rasio margin bunga bersih (NIM) sebesar 14,30% pada September 2026. Capaian tersebut, mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menjaga margin pendapatan bunga melalui pengelolaan aset produktif, dan struktur pendanaan yang terukur.

“Kami optimistis, dengan fundamental yang solid, BNC memiliki landasan yang kuat untuk mengembangkan bisnis secara berkelanjutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank dengan layanan digital yang sehat dan terpercaya,” ujarnya.

Leave a reply

Iconomics