BTN Salurkan Pembiayaan Rp 3 T kepada ID Food, Begini Peruntukannya
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyalurkan pembiayaan Rp 3 triliun kepada ID Food Group. Pembiayaan itu akan digunakan untuk modal kerja, offtake komoditas strategis, transaksi, hingga digitalisasi ekosistem ID Food.
Direktur Utama ID Food Ghimoyo mengatakan, kerja sama tersebut merupakan langkah lanjutan untuk memperkuat kemampuan ID Food dalam menghubungkan pasokan pangan dari hulu hingga hilir.
“Dukungan pembiayaan ini akan memperkuat kemampuan kami dalam menyerap, mengelola, dan mendistribusikan komoditas pangan strategis,” kata Ghimoyo dalam keterangan resminya beberapa waktu yang lalu.
Kolaborasi ID Food dan BTN, kata Ghimoyo, telah terjalin sejak 2024. BTN mendukung sejumlah aktivitas bisnis ID Food, mulai dari program bantuan pangan stunting, pengadaan cadangan pangan pemerintah, hingga pembiayaan bisnis beras, gula, garam, benih padi, dan susu.
Hingga saat ini, kata Ghimoyo, BTN telah memfasilitasi pembiayaan aktivitas ID Food sekitar Rp 5 triliun.
“Utilisasi sekitar Rp 5 triliun menunjukkan bahwa kolaborasi ini telah berjalan secara konkret dan memiliki skala yang signifikan. MoU terbaru menjadi pijakan untuk membawa kerja sama tersebut ke tahap berikutnya,” ujarnya.
Selain itu, kata Ghimoyo, produk dan layanan BTN akan diarahkan untuk menjangkau supplier, vendor, distributor, pembeli, kontraktor, pedagang, mitra usaha, dan karyawan ID Food.
Dari sisi internal perusahaan, kata Ghimoyo, sekitar 1.600 rekening karyawan PT RNI, PPI, BGR Logistik, dan Rajawali Nusindo (ID FOOD Group), telah menggunakan layanan payroll dari BTN. Digitalisasi juga diterapkan melalui revitalisasi kantin ID Food, dengan metode pembayaran QRIS Bale by BTN.
“Karena itu, manfaat kerja sama ini harus dirasakan bukan hanya oleh korporasi, tetapi juga supplier, distributor, buyer, pedagang, dan mitra usaha melalui transaksi yang lebih cepat, mudah, dan efisien,” katanya.