Mitratel Cetak Kinerja Keuangan Positif di 2025, Pendapatan Naik 2,47% Dibanding 2024
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) mencetak kinerja keuangan positif pada 2025. Itu tercermin dari pendapatan perusahaan yang mencapai Rp 9,53 triliun pada 2025.
Angka tersebut, kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko, meningkat 2,47% dibandingkan pendapatan 2024 yang mencapai Rp 9,30 triliun. Kontribusi bisnis inti perusahaan yakni menara BTS menyumbang 81,8% dari total pendapatan.
Selanjutnya, kata Theodorus, lini bisnis fiber yang berkontribusi 6% terhadap pendapatan total, dan mencatat pertumbuhan 18,1% secara tahunan (yoy). Begitu pula soal laba tahun berjalan, Mitratel mencetak Rp 2,11 triliun pada 2025, atau naik sekitar 0,48% dari laba tahun sebelumnya sebesar Rp 2,10 triliun.
“Mitratel terus menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” kata Theodorus dalam keterangan resminya pada Jumat (3/4).
Hingga akhir Desember 2025, kata Theodorus, Mitratel telah mengoperasikan 402.230 menara, naik 2,1% yoy. Jumlah layanan penyewaan tower (colocation) juga meningkat menjadi 22.854, tumbuh 11,7% yoy.
Selanjutnya, total tenant mencapai 63.084, dengan rasio tenancy naik menjadi 1,57 kali. Angka itu, kata Theodorus menandakan peningkatan produktivitas aset perusahaan. Secara keseluruhan, total tenant Mitratel mencapai 65.734 (termasuk reseller).
Pada lini bisnis fiber optik, kata Theodorus, Mitratel memiliki fiber billable mencapai 70.618 kilometer, tumbuh 15,6% yoy. Dan, rasio billable meningkat menjadi 1,23 kali.
Masih kata Theodorus, pihaknya berencana memperkuat posisinya sebagai “next generation tower company“. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi utilisasi aset, peningkatan layanan penyewaan menara, dan ekspansi layanan infrastruktur digital yang berbasis kebutuhan pelanggan.
“Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital,” ujarnya.