PT Timah Bukukan Laba Bersih Kumulatif Rp 4,12 Triliun, Naik 594% Dibandimg 2025
Kolonel (Purn) Restu Widiyantoro, Direktur Utama PT Timah Tbk saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (14/5/2025)
PT Timah Tbk (TINS) membukukan laba bersih kumulatif sebesar Rp 4,12 triliun pada 9 bulan pertama di 2026. Jumlahnya meningkat 594% dari Rp 807,25 miliar pada periode yang sama di 2025.
Direktur Utama Timah Restu Widiyantoro mengatakan, pihaknya pun mencatat pendapatan usaha senilai Rp 16,15 triliun, atau naik 144% dibandingkan Rp 6,61 triliun pada periode Januari-September 2026.
Kemudian, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) Rp 6,18 triliun, meningkat 323% secara yoy dibandingkan Rp 1,46 triliun pada akhir September 2025. Dan, laba usaha sebesar Rp 5,6 triliun, naik 594% dari Rp 807,25 miliar pada 9 bulan pertama 2025.
“Capaian ini mencerminkan penguatan kinerja keuangan dan operasional, sekaligus bentuk konkret atas efektivitas dari dukungan pemerintah melalui kebijakan, pengawasan, dan penegakan aturan,” kata Restu dalam keterangan resminya pada Selasa (3/11).
Dari sisi penghematan, kata Restu, pihaknya mampu menekan beban pokok pendapatan hingga 16%, atau di bawah RKAAP. Posisi saldo kas akhir periode sebesar Rp 4,25 triliun hingga akhir September 2026.
Kinerja tersebut, kata Restu, ditopang dari penguatan kinerja hulu dan hilir. Produksi bijih timah kumulatif mencapai 18.883 ton timah (Sn), meningkat 55% dari produksi akhir September 2025 yang mencapai 1.190 ton timah. Timah pun menargetkan volume produksi yang lebih tinggi pada 2026, dibandingkan pencapaian produksi tahun lalu.
Memasuki kuartal terakhir pada 2026, kata Restu, Timah berkomitmen untuk terus menjaga disiplin keselamatan kerja, mengoptimalkan tata kelola pertambangan yang ramah lingkungan. Dan, memperkuat kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.
“Begitu pula dengan sinergi di dalam ekosistem BUMN holding industri pertambangan, Mind ID, serta dedikasi seluruh pihak di PT Timah dan masyarakat di wilayah operasi kami,” ujar Restu.