TIKI Ajak Masyarakat yang Belanja Online Jaga Kerahasiaan Data Pribadi

0
34
Reporter: Rommy Yudhistira

ayananPT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) mengajak konsumen menghapus atau merobek bagian resi yang memuat nama, alamat, dan nomor telepon sebelum membuang kemasan. Langkah itu diambil untuk menciptakan ekosistem logistik yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Direktur Utama TIKI Yulina Hastuti mengatakan, lonjakan aktivitas belanja daring di Indonesia membuat pengiriman paket meningkat dengan pesat. Namun di balik hal itu, masih ada masyarakat yang belum menyadari risiko baru yang muncul seperti kebocoran data pribadi, dan meningkatnya limbah kemasan.

“Label pengiriman yang menempel di paket berisi informasi pribadi seperti nama, nomor telepon, dan alamat lengkap. Jika dibuang tanpa dihapus, data ini berisiko disalahgunakan. Di sisi lain, meningkatnya volume pengiriman juga berarti meningkatnya limbah kemasan,” kata Yulina dalam keterangan resminya pada Senin (10/11).

Selanjutnya, kata Yulina, TIKI pun menyarankan agar konsumen menggunakan bukti resi digital melalui aplikasi mereka. Tujuannya agar pelanggan dapat melakukan pelacakan tanpa perlu menyimpan label fisik.

TIKI, kata Yulina, meyakini perlindungan data pribadi menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya dari sisi perusahaan, tetapi juga konsumen. Untuk itu, TIKI akan terus mengedukasi pelanggan dan masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan data pribadi dalam setiap aktivitas pengiriman.

Baca Juga :   GoTo Berkoordinasi dengan Kemenaker Bahas THR Mitra Sopir Ojek Daring

Dari sisi operasional, kata Yulina, TIKI secara konsisten menjalankan inisiatif keberlanjutan. Perusahaan terus mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan, seperti plastik dengan kandungan oxium yang cepat terurai, dan mengurangi pemakaian kertas yang berlebih.

Tidak hanya itu, lanjut Yulina, TIKI memanfaatkan kembali kardus, dan karung yang masih layak pakai, serta aktif mengedukasi pelanggan dan mitra terkait prinsip mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang (3R).

“Kami percaya keberlanjutan bukan sekadar inisiatif tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab operasional yang harus dijalankan setiap hari. Melalui inovasi kemasan ramah lingkungan, digitalisasi proses, hingga penerapan sistem reverse logistics, TIKI berupaya menciptakan rantai logistik yang lebih hijau dan efisien. Langkah-langkah ini kami lakukan secara konsisten agar setiap kiriman tidak hanya sampai dengan aman dan tepat waktu, tetapi juga berkontribusi bagi lingkungan,” ujar Yulina.

Leave a reply

Iconomics