Pembiayaan Baru Semester I-2022 Naik 103%, CIMB Niaga Auto Finance Targetkan Naik Lebih Dari 20% di Tahun 2023

0
322
Reporter: Maria Alexandra Fedho

CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) mencatat pembiayaan baru sebesar Rp4,5 triliun pada Semester I tahun 2022. Nilai tersebut tumbuh sebesar 103% (YoY) dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar Rp2,2 triliun. CNAF mencatat pembiayaan baru dengan akad syariah mencapai 62% dari total pembiayaan baru.

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman juga menjelaskan bahwa total aset kelolaan tumbuh dua kali lipat selama tiga tahun terakhir. Menurutnya, selama tiga tahun terakhir sebesar dua kali lipat total aset kelolaan tumbuh dari Rp4,5 triliun menjadi Rp8,8 triliun per bulan Juni 2022.

Dari Rp8,8 triliun kelolaan terdapat komposisi sekitar 39,4% untuk pembiayaan mobil baru, 37,8% adalah pembiayaan mobil bekas, 21,9% pembiayaan dana tunai dan sisanya 0,45% untuk porsi haji dan pembiayaan lainnya.

“Kalau kita zoom in dari komposisi syariahnya dari sisi portofolio Rp8,8 triliun, kita punya aset kelolaan 55,1% itu adalah portofolio syariah, dan 44,9% portofolio konvensional bisnis,” kata ,” kata Ristiawan dalam Public Expose Penawaran Umum Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar I CIMB Niaga Auto Finance pada Selasa (10/01/2023).

Baca Juga :   Proses Bisnis Berubah ke Digital, Ini Pesan Dirut Mandiri Tunas Finance

Sejalan dengan peningkatan aset kelolaan, pada semester I-2022, perseroan berhasil membukukan laba sebelum pajak atau PBT (Profit Before Tax) sebesar Rp266 miliar, naik 106% YoY dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021 sebesar Rp129 miliar. CIMB Niaga Finance juga konsisten mempertahankan kualitas aset terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah atau NPF (Non Performing Financing) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 0,89% di semester I tahun 2022.

CNAF juga mencatatkan return on assets (ROA) dan return on equity (ROE) Perseroan masing-masing tercatat sebesar 12,79% dan 26,55% per semester I tahun 2022.

Ristiawan juga menjelaskan target pada tahun 2023. “Menargetkan untuk tumbuh minimal di angka 20% dari sisi realisasi kredit di tahun 2023 dengan portofolio yang cukup lumayan atau pun kita bisa pastikan akan tetap di level sehat,” lanjutnya.

Leave a reply

Iconomics