Pintu Catat Pertumbuhan Positif Tokenisasi Aset, Simak Faktor Pengungkitnya
Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad/Dok. Pintu Kemana Saja
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) menorehkan catatan yang positif pada perdagangan tokenisasi aset di aplikasi PINTU sepanjang semester I-2026. Head of Product Marketing PINTU, Iskandar Mohammad mengatakan perdagangan tokenisasi aset di PINTU mengalami peningkatan yang signifikan di mana jumlah monthly unique trader tokenized stocks tumbuh 40% pada bulan Mei dibandingkan dengan Januari 2026.
Menurutnya, secara spesifik bahkan, tokenisasi aset seperti Nasdaq (QQQX) & SP500 (SPYX) mengalami kenaikan pesat secara bulanan April-Mei, naik masing-masing +64% dan +51%. Kenaikan ini sejalan dengan minat investor secara global terhadap tokenisasi aset.
Sektor tokenisasi aset atau Real-World Assets (RWA) terus mencatatkan pertumbuhan. Berdasarkan data RWA.xyz per 25 Juni 2026, total kapitalisasi pasar sektor Real-World Assets (RWA) on-chain mencapai US$32,23 miliar. Angka tersebut meroket tajam dari hanya US$1,8 miliar pada awal 2024. Lonjakan ini didorong oleh adopsi masif dari institusi keuangan raksasa global dan tingginya minat investor ritel terhadap akses pasar global yang fleksibel.
“Seiring dengan meningkatnya transaksi tokenisasi aset secara global, di Indonesia tumbuhnya transaksi tokenisasi aset di kalangan investor finansial didorong oleh beberapa faktor di antaranya, pajak final hanya 0,21% yang dikenakan hanya saat melakukan penjualan. Fleksibilitas trading yang menjadi kunci karena 24 jam penuh bisa melakukan perdagangan tanpa perlu menunggu pasar buka. Terakhir kemudahan pembelian langsung menggunakan mata uang rupiah tanpa perlu konversi,” ujar Iskandar dalam keterangannya.
Deretan aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU saat ini mencakup 48 tokenized assets dari berbagai sektor industri global, yaitu Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, JPMorgan Chase & Co, serta beberapa instrumen investasi lainnya yang memberikan eksposur ke teknologi dan AI, keuangan, consumer goods, healthcare, energi, aerospace & defense, precious metals, obligasi pemerintah AS, hingga ETF global.
“Aplikasi PINTU menjadi pionir dalam penyediaan tokenisasi aset yang memungkinkan investor Indonesia mendapatkan eksposur terhadap berbagai aset global secara mudah, aman, dan teregulasi. Kami melihat tokenisasi aset bukan hanya menjadi tren, tetapi juga inovasi yang membuka akses investasi lintas batas yang sebelumnya sulit dijangkau oleh investor ritel. Ke depan, PINTU akan terus menghadirkan pilihan aset tertokenisasi yang berkualitas serta edukasi yang komprehensif agar masyarakat Indonesia dapat memanfaatkan peluang investasi global dengan lebih optimal,” kata Iskandar.