Pemerintah Beberkan Komitmen untuk UMKM, Mulai Pembiayaan hingga Digitalisasi

0
17

Pemerintah terus memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), baik dari segi pembiayaan hingga adopsi digitalnya.

“UMKM ini mendapatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang besarnya hampir Rp300 triliun dan capaiannya sudah mencapai hampir 50%, 50,83 (persen),” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro dengan tema “UMKM Terkoneksi, Tumbuh Berinovasi, Legal Terlindungi, Berdaya” yang diselenggarakan secara hybrid di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp147,70 triliun kepada 2,32 juta debitur hingga 28 Juni 2026, atau sebesar 50,83% dari target plafon penyaluran KUR Tahun 2026. Capaian tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.

Menko Airlangga menegaskan bahwa Pemerintah terus memperluas instrumen pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha. Selain KUR, Pemerintah juga menyediakan pembiayaan ekspor melalui lembaga pembiayaan ekspor, kredit industri bagi sektor padat karya dan padat modal, termasuk sektor tekstil, produk tekstil, furnitur, kayu, dan sektor strategis lainnya.

Baca Juga :   The Man Behind Digital Transformation

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah untuk pertama kalinya meluncurkan KUR Perumahan dengan alokasi pembiayaan sebesar Rp50 triliun. Program tersebut dapat dimanfaatkan untuk renovasi rumah dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta dan ditargetkan menjangkau 100.000 rumah.

Selain memperluas akses pembiayaan, Pemerintah juga terus memperkuat layanan bagi pelaku UMKM melalui transformasi digital agar berbagai layanan usaha dapat diakses secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi. Salah satunya melalui platform digital terpadu bernama Sistem Aplikasi Pelayanan UMKM (SAPA UMKM).

“SAPA UMKM adalah sebuah bentuk langkah konkret Kementerian UMKM untuk memberikan pelayanan yang optimal,” kata Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman.

Platform SAPA UMKM merupakan super-app yang dikembangkan Kementerian UMKM bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sebagai pusat layanan terpadu untuk mendata, memfasilitasi, dan mengembangkan usaha pelaku UMKM di Indonesia. Melalui platform tersebut, pelaku UMKM dapat mengakses berbagai layanan secara terintegrasi, mulai dari pendataan, pengembangan kapasitas usaha, legalitas, hingga perluasan akses terhadap berbagai program Pemerintah.

Leave a reply

Iconomics