PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan Berdonasi Lewat MPKS Muhammadiyah untuk Dukung Pemberdayaan Masyarakat

0
7

PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan (CLIK) bersinergi dengan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah untuk pemberdayaan masyarakat. Hal ini ditandai dengan CLIK secara resmi menyalurkan donasi melalui MPKS.

Kolaborasi ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan dorongan strategis untuk memperluas literasi data dan keuangan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat bawah. CLIK mengaku bangga bisa menjadi bagian dari gerakan ini, mengingat adanya kesamaan visi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, lembaga keuangan dan non-keuangan, hingga para tokoh masyarakat.

Penyerahan donasi dilakukan secara simbolis oleh Lucky Herviana selaku Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan kepada Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Jasra Putra, S.Fil.I., M.Pd. Momen penuh kehangatan ini menjadi salah satu agenda penting di tengah perhelatan Upgrading Pimpinan, Rapat Koordinasi Regional, & Seminar MPKS PP Muhammadiyah. Acara yang mengusung tema besar “Think Bigger, Lead Better: Strategi Membangun Dampak dan Keberlanjutan Gerakan Kesejahteraan Sosial” ini digelar di Aula Gedung Bromo BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jumat (17/07/2026).

Baca Juga :   Asuransi Astra Soroti Literasi Keuangan Petani yang Rendah dan Dampaknya

Langkah CLIK menggandeng Muhammadiyah bukan tanpa alasan. Muhammadiyah dinilai telah membuktikan peran besarnya di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi. Jaringannya yang menggurita di seluruh Indonesia menjadi kekuatan raksasa dalam membuka kesempatan kerja serta menghadirkan pemberdayaan yang nyata dan berkeadilan sosial bagi akar rumput.

Sebagai kredit biro yang berlisensi dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), CLIK berkomitmen kuat mengintegrasikan kepedulian sosial dan lingkungan ke dalam bisnisnya demi membangun nilai manfaat bersama (shared value). Lewat kolaborasi awal ini, diharapkan masyarakat bawah memiliki kesempatan emas untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, terampil, bijak dalam mengelola finansial, dan sejahtera secara berkelanjutan.

Dalam paparannya yang memukau peserta seminar, Lucky Herviana memotret realitas lapangan yang cukup menantang. Masih banyak warga Indonesia yang tergolong unbanked—atau belum tersentuh ekosistem keuangan formal—hanya karena mereka tidak memiliki rekam jejak finansial yang tercatat. Lewat donasi dan seminar ini, CLIK ingin mendorong peningkatan literasi keuangan dan data.

Baca Juga :   Lewat EPIKS, OJK Berharap Program Literasi dan Inklusi Keuangan di Ponpes Berkelanjutan

“Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum terlihat dalam sistem keuangan formal karena keterbatasan data. Melalui integrasi data, kami ingin membantu mereka membangun rekam jejak kredit yang lebih baik sehingga kesempatan untuk mengakses pembiayaan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya bisa terwujud. Inilah langkah penting untuk mewujudkan ekosistem perkreditan yang lebih inklusif,” urai Lucky dengan optimistis.

Direktur Komersial dan Bisnis PT CRIF Lembaga Informasi Keuangan, Lucky Herviana saat memberikan paparan dalam sesi seminar/Dok. Ist

Gayung bersambut, Dr. Jasra Putra menerima inisiatif ini dengan tangan terbuka. Baginya, suntikan dukungan dari sektor swasta seperti CLIK adalah angin segar yang berperan sebagai modal strategis. Langkah ini diyakini mampu meremajakan instrumen pelayanan sosial milik Muhammadiyah agar tetap relevan dan bergerak lincah mengikuti laju zaman.

Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Dr. Jasra Putra, S.Fil.I., M.Pd. saat menyampaikan pidato pembuka acara/Dok. Ist

Semangat pergerakan ini pun dipertegas oleh Ketua PP Muhammadiyah Periode 2022–2027, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes. Dalam ceramah kuncinya yang membakar semangat, ia mengingatkan kembali akar sejarah organisasi. Baginya, mengurusi jaminan sosial dan menolong sesama sudah mengalir dalam darah (Deoxyribonucleic Acid/DNA) Muhammadiyah sejak pertama kali didirikan. Namun, cara eksekusinya di era digital tentu harus bertransformasi.

Ketua PP Muhammadiyah Periode 2022–2027, dr. H. Agus Taufiqurrohman, Sp.S., M.Kes saat membuka acara/Dok. Ist

Tak kalah penting, seminar ini juga menyoroti apa yang harus dilakukan setelah bantuan sosial diberikan. Agar masyarakat tidak terjebak dalam mentalitas ketergantungan, aspek kemandirian ekonomi menjadi pilar berikutnya. Executive Vice President Hubungan Kelembagaan dan Pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Razaq Manan Ahmad, mengupas tuntas bagaimana ekosistem terkecil—yaitu keluarga dan peran perempuan—bisa menjadi motor penggerak ekonomi yang dahsyat jika disentuh dengan tepat.

Executive Vice President Hubungan Kelembagaan dan Pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Razaq Manan Ahmad (kanan)/Dok. Ist

“Pemberdayaan tidak berhenti pada pemberian modal. Yang lebih penting adalah membangun kapasitas, meningkatkan literasi keuangan, serta mendampingi keluarga agar memiliki ketahanan ekonomi yang lebih kuat,” tutur Razaq menjabarkan.

Baca Juga :   Bank Panin Dubai Syariah Perkuat Literasi Keuangan Perempuan Sekaligus Kesehatan

Kolaborasi dari multi stakeholder menjadi langkah yang strategis untuk mempekuat ketahanan masyarakat bawah.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics