ABM Investama Catat Kenaikan Laba Bersih 41,9% di Semester I-2026

0
15

PT ABM Investama Tbk membukukan pendapatan konsolidasian yang relatif stabil sebesar US$506,2 juta pada pada semester I tahun 2026. Adjusted EBITDA (LTM) mencapai US$346,9 juta atau meningkat 6,4% YoY.

Perseroan juga mencatatkan laba bersih sebesar US$39,9 juta atau naik 41,9% YoY. Kinerja ini didorong oleh peningkatan volume penjualan batu bara serta stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan.

“Perseroan berhasil mencatatkan peningkatan profitabilitas pada periode ini yang didorong oleh keberhasilan peningkatan produksi operasi tambang batu bara dan stabilisasi bisnis kontraktor pertambangan. Meskipun kondisi industri masih menghadapi berbagai tantangan, harga batu bara yang tetap kondusif memberikan peluang bagi Perseroan untuk memanfaatkan momentum tersebut melalui keunggulan operasional. Kami tetap fokus memperkuat ekosistem bisnis melalui perolehan kontrak-kontrak strategis pada segmen logistik, dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap dinamika regulasi dan menjalankan strategi secara disiplin guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Direktur PT ABM Investama Tbk, Hans Manoe dalam keterangannya.

Perseroan juga terus menerapkan pengelolaan biaya yang disiplin sehingga mampu menangkap peluang dari kondisi pasar batu bara yang kondusif. Selain itu, stabilisasi kinerja bisnis jasa kontraktor pertambangan turut memberikan kontribusi melalui perbaikan berbagai indikator operasional. Sebagai hasilnya, Perseroan membukukan kinerja keuangan dan operasional yang tetap solid, mencerminkan ketangguhan ekosistem bisnis Perseroan di tengah dinamika kondisi pasar.

Baca Juga :   Pendapatan BSDE Mencapai Rp4,75 Triliun di Semester I-2026, Kontributor Terbesar dari Development Revenue

Pada lini bisnis logistik, anak usaha Perseroan berhasil memperoleh kontrak jasa logistik jangka panjang dari salah satu pelanggan utama (A-list customer), yang memberikan dukungan kuat terhadap keberlanjutan operasional Perseroan di masa mendatang.

Perseroan memperkirakan momentum peningkatan produksi dari operasi di Aceh akan terus berlanjut memasuki semester II tahun 2026. Perseroan juga tengah melanjutkan proses perizinan untuk aset tambang batu bara baru di Kalimantan Tengah yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2026.

Perseroan menyatakan bahwa ke depan, proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memperluas basis produksi Perseroan dan menjadi pendorong utama dalam memperkuat rantai nilai pertambangan terintegrasi Perseroan, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Dapatkan berita dan analisis seputar ekonomi, bisnis dan lainnya hanya di theiconomics.com.

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru, berita, dan event The Iconomics di akun sosial media kami:
Instagram: the.iconomics
TikTok: @theiconomics
YouTube: @theiconomics
X: theiconomic
LinkedIn: The Iconomics

Leave a reply

Iconomics